Sulap Sampah Jadi Cuan, Pemkab OKI Ajak Warga Ubah Limbah Jadi Sumber Penghasilan

Kamis, 18 Juni 2026 20:31 WIB
Seminar Lingkungan Hidup, Sulap Sampah Jadi Cuan. (Foto: Pemkab OKI)
Seminar Lingkungan Hidup, Sulap Sampah Jadi Cuan. (Foto: Pemkab OKI)

RADARBANGSA.COM - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, terus mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah. Tak lagi sekadar dianggap sebagai limbah yang harus dibuang, sampah kini didorong menjadi sumber ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus menjaga lingkungan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Seminar Pengelolaan Sampah bertajuk "Sulap Sampah Jadi Cuan" yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten OKI. Kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat agar mampu mengelola sampah secara produktif dan berkelanjutan.

Wakil Bupati OKI Supriyanto mengatakan pengelolaan sampah saat ini tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan semata. Menurut dia, sampah memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan tepat.

"Kita ingin masyarakat melihat sampah bukan hanya sebagai persoalan yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai dan manfaat ekonomi," kata Supriyanto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/6/2026).

Ia menjelaskan, berbagai praktik pengelolaan sampah yang telah berkembang di masyarakat menunjukkan bahwa limbah dapat diolah menjadi produk bernilai jual. Mulai dari pengelolaan melalui bank sampah, pembuatan kompos, hingga kerajinan berbahan dasar sampah yang memiliki nilai ekonomi.

Karena itu, Pemkab OKI mendorong masyarakat membiasakan memilah sampah sejak dari rumah tangga, sekolah, kantor, hingga tempat usaha. Langkah sederhana tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif.

Selain pemilahan sampah, masyarakat juga diajak untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta mendukung pengembangan bank sampah dan ekonomi sirkular yang berorientasi pada pemanfaatan kembali sumber daya.

Supriyanto menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dibangun menjadi budaya hidup bersih demi menjaga kualitas lingkungan bagi generasi mendatang.

Sementara itu, Kepala DLH OKI Muktaqid mengatakan seminar tersebut menghadirkan berbagai materi praktis, mulai dari teknik pemilahan sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga budidaya maggot sebagai alternatif pengelolaan limbah yang memiliki nilai ekonomi.

Menurut dia, kegiatan itu bertujuan memperkuat kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus meningkatkan peran bank sampah sebagai instrumen ekonomi berbasis lingkungan.

Tidak hanya seminar, rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi bersih-bersih bersama yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi kampanye nyata untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

"Melalui pengelolaan sampah yang lebih baik diharapkan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat berkurang, sementara manfaat ekonomi bagi masyarakat dan capaian pengelolaan lingkungan di Kabupaten OKI terus meningkat pada 2026," kata Muktaqid.



Reporter : Abdul Rahman Wahid
Redaktur : Rahmad Novandri