RADARBANGSA.COM - Kelurahan Karangasem Selatan, Kabupaten Batang, dinilai memiliki potensi besar sebagai sentra industri kerupuk rumahan. Banyaknya pelaku usaha yang tersebar di Dukuh Kebundelan menjadi modal kuat untuk mengembangkan kawasan tersebut sebagai pusat produksi kerupuk sekaligus penggerak ekonomi lokal.
Lurah Karangasem Selatan, Mutrofin, mengatakan hampir di sepanjang akses menuju Dukuh Kebundelan terdapat industri rumahan yang memproduksi berbagai jenis kerupuk.
“Potensi kerupuk di Dukuh Kebundelan sangat besar. Hampir sepanjang jalan masuk gang terdapat home industri pembuat kerupuk,” ujarnya saat ditemui di Kelurahan Karangasem Selatan, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, salah satu produk unggulan yang menjadi ciri khas wilayah tersebut adalah kerupuk usek. Berbeda dengan kerupuk pada umumnya, proses penggorengan kerupuk usek masih menggunakan media pasir, sehingga menghasilkan cita rasa khas yang dinilai lebih alami.
Mutrofin menilai potensi tersebut perlu terus dikembangkan guna meningkatkan daya saing produk UMKM di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
“Potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar mampu meningkatkan daya saing produk UMKM di tengah semakin ketatnya persaingan pasar,” jelasnya.
Ia mengakui, para pelaku usaha kerupuk di Karangasem Selatan kini mulai menghadapi persaingan dari produk sejenis yang berasal dari daerah lain. Karena itu, peningkatan kualitas serta inovasi produk menjadi langkah penting agar produk lokal tetap diminati konsumen.
“Pelaku UMKM harus terus meningkatkan kualitas supaya tidak kalah bersaing dengan produk dari luar daerah,” terangnya.
Melihat banyaknya pengrajin yang beroperasi di Kebundelan, Pemerintah Kelurahan Karangasem Selatan juga berencana mendorong kawasan tersebut menjadi sentra kerupuk yang dikenal sebagai salah satu ikon khas daerah.
Selain memperkuat identitas wilayah, keberadaan sentra kerupuk diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat serta membuka peluang pasar yang lebih luas.
Mutrofin menambahkan, pengembangan usaha tidak cukup hanya dengan meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga perlu dibarengi inovasi produk yang mampu mengikuti kebutuhan pasar.
Ia juga mendorong pelaku UMKM untuk mulai memperhatikan aspek kemasan agar produk tampil lebih modern dan menarik. Variasi rasa, bentuk, hingga motif kerupuk juga dinilai perlu dikembangkan untuk meningkatkan daya saing.
“Selama ini produk yang dipasarkan masih didominasi kerupuk mentah dengan model yang relatif sama. Ke depan perlu ada inovasi dari sisi kemasan maupun variasi produk agar lebih menarik minat konsumen,” pungkasnya.
Dengan dukungan inovasi dan penguatan identitas kawasan, Pemerintah Kelurahan Karangasem Selatan berharap industri kerupuk rumahan dapat terus berkembang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Batang sebagai daerah dengan beragam produk unggulan UMKM.