RADARBANGSA.COM - Sebanyak 178 Sekolah Rakyat akan memanfaatkan sistem kecerdasan buatan (AI) mulai tahun ajaran 2026/2027. Teknologi yang dikembangkan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) bersama Universitas Brawijaya itu dirancang untuk membantu guru dan kepala sekolah menyusun kurikulum hingga mengevaluasi proses pembelajaran secara lebih efektif.
Kepala BPSDM Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, mengatakan sistem tersebut merupakan hasil pengembangan peserta Program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Komdigi.
"Pengembangan sistem AI tersebut merupakan hasil Program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Komdigi," kata Bonifasius Wahyu Pudjianto dalam rilisnya, Jumat, 3 Juli 2026.
Bonifasius menjelaskan, AITF dirancang untuk mempertemukan talenta digital nasional dengan kebutuhan nyata sektor publik. Dengan demikian, hasil pelatihan tidak berhenti sebagai proyek pembelajaran, tetapi dapat diimplementasikan untuk mendukung pelayanan pemerintah.
"AITF dirancang untuk mencetak talenta AI nasional sekaligus menghasilkan inovasi digital yang mampu menjawab kebutuhan pemerintah dan masyarakat," tuturnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Universitas Brawijaya menjadi contoh nyata bagaimana inovasi yang dihasilkan peserta dapat dihilirisasikan menjadi solusi siap pakai bagi berbagai instansi pemerintah.
"Untuk UB, fokusnya pada pengembangan solusi bagi Sekolah Rakyat yang akan digunakan oleh Kemensos, serta sistem pendukung bantuan sosial yang nantinya akan digunakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, yang hadir mewakili Menteri Sosial Saifullah Yusuf, menyambut baik pengembangan teknologi tersebut. Menurutnya, AI akan membantu guru dan kepala sekolah menjalankan proses pembelajaran secara lebih efisien sekaligus memperkuat tata kelola pendidikan.
"Secara prinsip, tata kelola itu mulai dari hulu sampai hilir. Ini salah satu contoh yang akan kami kembangkan. Kami sudah sepakat akan membawa aplikasinya ke 178 Sekolah Rakyat yang beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027," ujar Robben.