KKN 220 UIN Sunan Ampel Luncurkan Kurikulum Tajwid untuk TPQ di Desa Bukor Bondowoso

Jum'at, 03 Juli 2026 20:31 WIB
Mahasiswa KKN 220 UIN Sunan Ampel Surabaya luncurkan kurikulum tajwid untuk tpq di desa bukor bondowoso. (Foto: nabiel ba)
Mahasiswa KKN 220 UIN Sunan Ampel Surabaya luncurkan kurikulum tajwid untuk tpq di desa bukor bondowoso. (Foto: nabiel ba)

RADARBANGSA.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 220 UIN Sunan Ampel Surabaya resmi meluncurkan kurikulum tajwid berbasis kitab Hidayatus Shibyan sebagai salah satu program unggulan di Desa Bukor, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, Kamis (2/7/2026).

Kurikulum tersebut didistribusikan ke seluruh TPQ di enam dusun Desa Bukor sebagai upaya menyeragamkan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran tajwid bagi para santri.

Selain kurikulum tajwid, tim KKN juga menerbitkan modul pembelajaran Tajwid, Akidah, dan Fikih Dasar yang berisi ringkasan materi dari tiga kitab utama, yakni Hidayatus Shibyan untuk tajwid, Aqidatul Awwam untuk akidah, serta Mabadi Fikih untuk fikih. Modul ini disusun sebagai media belajar yang praktis dan mudah dipahami oleh santri, guru TPQ, maupun masyarakat umum.

Ketua LP2M UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus Ketua Tanfidziah PCNU Bondowoso, Dr. H. Moh. Syaeful Bahar, S.Ag., M.Si., mengapresiasi lahirnya kurikulum dan modul tersebut sebagai bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

“Keberadaan kurikulum dan modul ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran yang sederhana, aplikatif, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Bukor. Ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendidikan Al-Qur’an di tingkat desa. Kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan lembaga pendidikan keagamaan merupakan ikhtiar penting untuk mencetak generasi yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik sekaligus memiliki pemahaman akidah dan fikih yang benar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bukor turut menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN 220 atas inovasi yang dihadirkan selama masa pengabdian di desa. Ia berharap kurikulum yang telah dibagikan dapat menjadi pedoman bersama bagi seluruh TPQ di enam dusun, sehingga pembelajaran Al-Qur’an menjadi lebih terarah dan berkelanjutan.

Menurutnya, program tersebut menjadi warisan berharga yang tetap dapat dimanfaatkan masyarakat meskipun masa KKN telah berakhir.

Kurikulum dan modul tersebut disusun oleh Tim Kurikulum KKN 220 dengan pendekatan materi yang ringkas dan sistematis agar mudah diterapkan oleh para pengajar TPQ. Materi yang disajikan difokuskan pada penguasaan dasar ilmu tajwid, penguatan akidah, serta praktik fikih ibadah sehari-hari.

Koordinator Desa sekaligus perwakilan tim penyusun, Moh. Afandi, menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum dilatarbelakangi adanya perbedaan metode pembelajaran tajwid di masing-masing TPQ, bahkan beberapa di antaranya belum memiliki pedoman pembelajaran yang utuh.

“Harapan kami, kurikulum ini dapat menjadi acuan bersama sehingga pembelajaran tajwid di seluruh TPQ Desa Bukor memiliki standar yang sama. Kami juga berharap modul ini terus digunakan dan dikembangkan oleh para guru sebagai bentuk keberlanjutan program setelah KKN selesai,” ujarnya.

Melalui peluncuran dan distribusi kurikulum tersebut, mahasiswa KKN 220 UIN Sunan Ampel Surabaya berharap seluruh TPQ di enam dusun Desa Bukor memiliki pedoman pembelajaran yang seragam, sehingga pendidikan Al-Qur’an dapat berlangsung lebih sistematis, terarah, dan berkelanjutan.

Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa yang diharapkan terus memberi manfaat bagi masyarakat Desa Bukor.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri