3.645 Sekolah di Jatim Rawan Bencana, BPBD Perkuat Program SPAB

Selasa, 07 Juli 2026 21:31 WIB
89 Persen SMA di Jatim rawan bencana, Guru diperkuat lewat SPAB. (Foto: lentera today)
89 Persen SMA di Jatim rawan bencana, Guru diperkuat lewat SPAB. (Foto: lentera today)

RADARBANGSA.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat sebanyak 3.645 sekolah tingkat SMA sederajat di wilayah tersebut masuk dalam kategori rawan bencana. Jumlah itu mencapai 89,2 persen dari total 4.088 SMA sederajat yang tersebar di seluruh Jawa Timur.

Sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan mewujudkan sekolah tangguh bencana, BPBD Jawa Timur terus memperkuat program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Program tersebut dilakukan melalui pelibatan tenaga pendidik yang berkolaborasi dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jawa Timur.

Sebanyak 50 guru SMA/SMK sederajat dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur mengikuti Training of Facilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (TOF SPAB). Kegiatan tersebut menjadi langkah percepatan peningkatan kapasitas sekolah dalam menghadapi potensi bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan pelaksanaan TOF SPAB menjadi bagian penting dalam memperkuat ketangguhan satuan pendidikan di Jawa Timur.

“Saat ini masih banyak sekolah yang memiliki kerawanan tinggi terhadap bencana namun belum mendapatkan pelatihan SPAB. Sementara yang sudah mendapatkan pelatihan baru sekitar dua persen atau sekitar 95 sekolah,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, melalui pelatihan tersebut para guru diharapkan mampu menjadi penggerak kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah masing-masing. Materi yang diperoleh nantinya dapat diterapkan untuk membangun budaya aman bencana bagi siswa dan seluruh warga sekolah.

Ketua IGI Jawa Timur, Sukari, mengapresiasi kolaborasi bersama BPBD Jatim dalam penyelenggaraan TOF SPAB yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Menurutnya, peningkatan kapasitas guru dalam bidang kebencanaan memiliki peran strategis karena guru menjadi garda terdepan dalam proses pendidikan.

“Dengan bekal materi kebencanaan yang diberikan, saya yakin hal ini turut mempercepat terwujudnya sekolah tangguh bencana sehingga menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman,” katanya.

Pelaksanaan TOF SPAB berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan berbagai materi, mulai dari kebijakan dan peta jalan SPAB, Kajian Risiko Bencana Partisipatif (KRBP), pembentukan Tim Siaga Sekolah, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), hingga simulasi penanganan bencana.

Pada hari kedua, para peserta juga melakukan kunjungan ke Taman Edukasi Bencana BPBD Jawa Timur. Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai fasilitas pembelajaran kebencanaan sekaligus menyusun rencana tindak lanjut penerapan program SPAB di sekolah masing-masing.

Melalui program ini, BPBD Jawa Timur berharap semakin banyak sekolah yang memiliki kesiapan menghadapi bencana, sehingga tercipta satuan pendidikan yang aman, tangguh, dan mampu meminimalkan risiko ketika terjadi keadaan darurat.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri