RADARBANGSA.COM - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan bahwa Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang dijalankan Permodalan Nasional Madani (PNM) telah menjadi salah satu model pemberdayaan ekonomi perempuan yang berhasil menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput.
Menurut Menko PM, selama 27 tahun berdiri, PNM telah membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui akses pembiayaan yang disertai pendampingan, sehingga mampu mendorong masyarakat menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan produktif.
“Hari ini sudah 13 juta ibu-ibu rumah tangga, saya bisa sebut tulang punggung ekonomi keluarga yang bergerak bersama-sama untuk tetap bisa setidaknya produktif, setidaknya menutup kekurangan biaya keluarga dengan keringat sendiri,” ujar Cak Imin saat mengunjungi Kantor PNM cabang Denpasar, Bali, Kamis (9/7/2026).
Saat ini, PNM Mekaar telah melayani sekitar 23,3 juta nasabah di seluruh Indonesia, yang seluruhnya merupakan perempuan prasejahtera. Program ini didukung lebih dari 61 ribu pendamping yang mendampingi nasabah dalam mengembangkan usaha sekaligus membangun disiplin dan kemandirian berusaha.
Di Provinsi Bali sendiri, PNM telah membina lebih dari 422 ribu nasabah melalui 4.036 kelompok dengan dukungan 296 pendamping.
Menko PM menjelaskan, salah satu kekuatan PNM Mekaar adalah membangun semangat gotong royong di antara para anggotanya. Melalui mekanisme kelompok, para nasabah saling menguatkan dan bertanggung jawab bersama sehingga menciptakan budaya disiplin dalam menjalankan usaha.
“PNM menjadi model yang sangat bagus, menjadi model yang sangat luar biasa bagi pola pemberdayaan yang bisa diduplikasi, dibikin baik di berbagai tempat, di berbagai lembaga yang mengikuti model ini,” jelas Cak Imin.
“Karena itu pola pemberdayaan perempuan ibu-ibu rumah tangga ini harus terus kita lanjutkan dan presiden sedang memerintahkan dihitung-hitung beban bunga yang harus ditanggung, istilah mereka bukan bunga ya, tapi jasa dari pinjaman uang yang harus ditanggung ibu-ibu ini kalau bisa diturunkan sehingga ibu-ibu semakin produktif, semakin semangat,” sambungnya.
Ia menilai model tersebut penting karena mampu menjangkau masyarakat yang selama ini belum memiliki akses terhadap layanan perbankan atau kelompok unbankable. Melalui PNM Mekaar, mereka memperoleh akses pembiayaan usaha tanpa agunan dengan mekanisme angsuran mingguan yang disesuaikan dengan kemampuan usaha masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin mengaku terkesan melihat semangat para nasabah PNM di Bali yang tetap disiplin menjalankan kewajibannya sekaligus mengembangkan usaha secara konsisten.
"Semangat ibu-ibu luar biasa. Mereka membuktikan bahwa dengan kesempatan, pendampingan, dan kemauan bekerja keras, perempuan bisa menjadi kekuatan utama ekonomi keluarga. Inilah wajah pemberdayaan masyarakat yang ingin terus kita perkuat," tuturnya.
Cak Imin berharap keberhasilan PNM Mekaar dapat menjadi model yang direplikasi di berbagai daerah dan lembaga sebagai upaya memperluas akses pembiayaan produktif bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi hingga ke tingkat akar rumput.