Jadi Andalan Pembelajaran Digital, Sekolah Rakyat di Indramayu Gunakan Smart Board dan Laptop

Jum'at, 10 Juli 2026 20:31 WIB
Siswa saat mencoba fasilitas di SRT 40 Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (9/7). (Foto: Antara)
Siswa saat mencoba fasilitas di SRT 40 Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (9/7). (Foto: Antara)

RADARBANGSA.COM - Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 40 Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mulai menerapkan pembelajaran berbasis digital dengan memanfaatkan smart board di setiap ruang kelas serta menyediakan satu laptop untuk setiap siswa. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Kepala SRT 40 Kabupaten Indramayu, Mardiani, mengatakan seluruh ruang kelas telah dilengkapi perangkat smart board sebagai media pembelajaran interaktif. Selain itu, setiap peserta didik juga mendapatkan fasilitas laptop yang digunakan selama kegiatan belajar mengajar (KBM).

"Kalau di Sekolah Rakyat, satu kelas satu smart board. Anak-anak juga mendapatkan fasilitas laptop, satu siswa satu laptop untuk belajar," kata Mardiani di Indramayu, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital tersebut menjadi salah satu langkah untuk menciptakan proses belajar yang lebih efektif sekaligus membekali siswa dengan kemampuan memanfaatkan teknologi sejak dini.

Tak hanya menyediakan perangkat digital, pemerintah juga menanggung seluruh kebutuhan pendidikan peserta didik secara gratis. Mulai dari seragam sekolah, alat tulis, tempat tinggal di asrama hingga berbagai perlengkapan penunjang pembelajaran disiapkan tanpa biaya.

Mardiani menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya menerapkan kurikulum akademik seperti sekolah reguler, tetapi juga mengembangkan kurikulum karakter melalui sistem pendidikan berasrama.

"Di Sekolah Rakyat ada dua kurikulum, yaitu kurikulum akademis yang sama dengan sekolah reguler dan kurikulum karakter yang diterapkan di asrama," ujarnya.

Saat ini, SRT 40 Indramayu menampung 100 siswa, yang terdiri atas 50 siswa sekolah dasar (SD) dan 50 siswa sekolah menengah pertama (SMP). Kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di Gedung Balai Latihan Kerja milik Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu yang digunakan sebagai lokasi sementara.

"Kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di Gedung Balai Latihan Kerja milik Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu sebagai lokasi sementara," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, Waskam, mengatakan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di kawasan Cikawung, Kecamatan Terisi, telah mencapai lebih dari 80 persen dan ditargetkan dapat digunakan pada tahun ajaran baru.

Ia menyebutkan, pada tahun ajaran baru mendatang Sekolah Rakyat akan menambah daya tampung menjadi 270 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Dengan demikian, total peserta didik yang belajar di sekolah tersebut akan mencapai 370 orang.

"Seluruh biaya pendidikan di Sekolah Rakyat ini gratis. Sekolah ini diperuntukkan bagi masyarakat yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 atau keluarga miskin dan miskin ekstrem," kata Waskam.

Kehadiran fasilitas pembelajaran digital, sistem pendidikan berasrama, serta layanan pendidikan yang sepenuhnya gratis diharapkan mampu memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera sekaligus memperkuat pembentukan karakter dan kompetensi mereka di masa depan.



Reporter : Abdul Rahman Wahid
Redaktur : Rahmad Novandri