Rembang Bidik Produktivitas Tebu Tembus 90 Ton per Hektare, Program Bongkar Ratun Dilanjutkan

Sabtu, 11 Juli 2026 12:02 WIB
Petani Tebu di Kabupaten Rembang (foto: istimewa)
Petani Tebu di Kabupaten Rembang (foto: istimewa)

RADARBANGSA.COM – Pemerintah Kabupaten Rembang terus memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra tebu di Jawa Tengah. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang kembali melanjutkan program bongkar ratun untuk mendongkrak hasil panen, dengan target produktivitas mencapai 90 ton per hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang Agus Iwan Haswanto mengatakan, luas areal tebu di Rembang saat ini mencapai sekitar 6.800 hektare untuk produksi gula kristal dan 1.900 hektare untuk produksi gula tumbu. Potensi tersebut terus dioptimalkan melalui berbagai program peningkatan produktivitas.

"Tahun 2025 lalu, kegiatan bongkar ratun mencapai 2.045 hektare. Sebelumnya produktivitas rata-rata hanya sekitar 50 sampai 60 ton per hektare," kata Agus dalam rilisnya, Jumat 10 Juli 2026.

Melalui program tersebut, Pemkab Rembang menargetkan produktivitas tebu meningkat hingga 80–90 ton per hektare dengan rendemen sekitar 7,5 persen. Target itu diharapkan mampu memperkuat daya saing komoditas tebu Rembang sebagai salah satu sentra produksi gula di Jawa Tengah.

Meski optimistis, Agus mengakui pengembangan sektor tebu masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan alat dan mesin pertanian. Salah satu kebutuhan mendesak yang terus diusulkan adalah penambahan traktor roda empat (TR4) untuk mempercepat proses pengolahan lahan dan meningkatkan efisiensi budidaya.

"Kami mengusulkan tambahan bantuan TR4, karena kebutuhan petani masih cukup tinggi untuk mendukung pengembangan tebu di Rembang," katanya.

Pemkab Rembang berharap dukungan sarana pertanian yang memadai dapat mempercepat modernisasi sektor perkebunan tebu sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui hasil panen yang lebih tinggi dan berkelanjutan.



Reporter : Sugito
Redaktur : M. Isa