RADARBANGSA.COM - Kepolisian Resor (Polres) Sumedang, Jawa Barat, menyelidiki dugaan kelalaian dalam pelaksanaan proyek pembangunan rumah kos di Kecamatan Jatinangor setelah longsornya Tembok Penahan Tebing (TPT) menewaskan seorang pekerja.
Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Tanwin Nopiansah mengatakan penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab kecelakaan kerja tersebut, termasuk menelusuri apakah pelaksanaan pembangunan telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dengan berkoordinasi bersama pemerintah setempat untuk memastikan apakah pelaksanaan pekerjaan pembangunan tersebut sudah sesuai dengan SOP yang berlaku atau belum," kata Tanwin di Sumedang, Jumat (10/7/2026).
Selain mendalami aspek teknis pekerjaan, penyidik juga akan memanggil sejumlah pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan rumah kos tersebut, termasuk mandor dan pemilik bangunan, guna dimintai keterangan.
"Kami juga akan memanggil sejumlah pihak yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut, termasuk mandor dan pemilik rumah kos, untuk dimintai keterangan guna melengkapi proses penyelidikan dan mengetahui secara utuh kronologi kejadian," ujarnya.
Menurut Tanwin, seluruh fakta, bukti, dan keterangan yang dikumpulkan nantinya akan menjadi dasar bagi penyidik untuk menentukan ada atau tidaknya unsur kelalaian serta langkah hukum yang akan diambil. Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berlangsung.
Sebelumnya, Kapolsek Jatinangor Kompol Rogers Thomas menjelaskan seorang pekerja berhasil dievakuasi tim gabungan setelah tertimbun material longsoran TPT selama sekitar satu hingga satu setengah jam dengan kedalaman timbunan sekitar 50 sentimeter.
"Korban tertimbun ditemukan kurang lebih satu jam sampai satu setengah jam dari proses evakuasi dilakukan dengan kedalaman kurang lebih 50 sentimeter," kata Rogers.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.45 WIB, ketika para pekerja tengah melakukan persiapan pembangunan fondasi rumah kos sebelum melaksanakan ibadah salat Jumat.
Menurut Rogers, longsoran diduga dipicu getaran dari aktivitas penggalian yang menyebabkan fondasi gantung di bagian atas roboh dan menimpa dua orang pekerja.
Salah satu pekerja berhasil menyelamatkan diri meski mengalami luka pada bagian bahu dan pelipis. Sementara seorang pekerja lainnya meninggal dunia karena tidak sempat keluar dari area galian saat longsoran terjadi.
"Yang meninggal dunia masih memperbaiki tali sepatu atau masih memakai sepatu, jadi tidak sempat menyelamatkan diri," ujar Rogers.
Pasca kejadian, kepolisian bersama pemerintah desa menghentikan sementara seluruh aktivitas pembangunan di lokasi proyek. Aparat juga telah memasang garis polisi dan mengimbau seluruh pihak agar meningkatkan kewaspadaan karena masih terdapat potensi longsor susulan di area tersebut.