Anak Sapi Bermata Tiga di Magetan Viral, Pemilik Tolak Jual Meski Ditawar Tinggi

Sabtu, 11 Juli 2026 22:01 WIB
Fenomena Langka, Anak Sapi di Magetan Lahir dengan Tiga Mata. (Foto: RRI)
Fenomena Langka, Anak Sapi di Magetan Lahir dengan Tiga Mata. (Foto: RRI)

RADARBANGSA.COM - Seekor anak sapi jantan milik Parmin (57), warga Desa Setren, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, menjadi perhatian publik setelah lahir dengan kondisi fisik yang tidak biasa. Anak sapi tersebut memiliki satu kepala dengan dua mulut dan tiga mata, sebuah kelainan langka yang dalam dunia kedokteran hewan dikenal sebagai polisefali (polycephaly).

Anak sapi tersebut lahir pada Senin dini hari. Parmin mengaku tidak memiliki firasat khusus sebelum proses kelahiran. Ia bahkan harus membantu persalinan induk sapi miliknya seorang diri di dalam kandang hingga anak sapi berhasil dilahirkan.

"Saya tahu induknya mau melahirkan sebelum subuh. Setelah subuh saya bantu tarik sendiri. Begitu keluar seperti ini saya benar-benar kaget. Saya sampai bilang, `Masyaallah`, lalu saya panggil istri saya," ujar Parmin, Jumat (10/7/2026).

Keterkejutan Parmin semakin bertambah saat membersihkan tubuh anak sapi tersebut dan melihat bentuk wajah yang tidak lazim.

"Kepalanya satu, tapi mulutnya kok dua, matanya tiga. Saya benar-benar kaget," katanya.

Meski mengalami kelainan bawaan sejak dalam kandungan, Parmin memastikan kondisi anak sapi jantan tersebut masih hidup dan menunjukkan respons yang baik.

"Alhamdulillah sehat," ucapnya.

Secara genetik, anak sapi unik tersebut merupakan keturunan kedua dari induk sapi jenis Simmental milik Parmin yang dikawinkan melalui inseminasi buatan dengan pejantan Limousine. Sementara anak pertama dari indukan yang sama lahir normal berjenis kelamin betina.

Atas usulan warga yang datang melihat, Parmin kemudian memberi nama anak sapi tersebut "Brilian". Nama itu dipilih sebagai identitas bagi sapi langka yang kini menarik perhatian masyarakat.

"Saya menyebutnya Brilian saja," ujar Parmin.

Keunikan Brilian membuat sejumlah kolektor hewan dan makelar ternak tertarik untuk membelinya dengan harga tinggi. Namun, Parmin menegaskan tidak berniat menjual anak sapi tersebut dan memilih untuk merawatnya hingga dewasa.

"Saya pelihara sendiri. Ada yang tanya mau beli, tapi saya ingin memelihara sendiri sampai besar. Tidak dijual," tegasnya.

Sejak kabar kelahiran Brilian menyebar, rumah Parmin ramai didatangi warga yang penasaran melihat langsung kondisi sapi tersebut. Warga dari berbagai daerah datang silih berganti untuk menyaksikan fenomena langka itu.

"Mulai Senin pagi sampai sekarang orang datang terus, pulang pergi melihat sapi ini," tutur Parmin.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, drh. Budi Nur Rochman, menjelaskan kondisi yang dialami Brilian merupakan anomali biologis yang dikenal sebagai polisefali.

Menurutnya, kondisi tersebut termasuk bentuk kelainan kembar siam (conjoined twins) yang terjadi akibat gangguan proses pembelahan embrio pada fase awal kehamilan. Akibatnya, terjadi penggandaan struktur wajah, sementara bagian tubuh lainnya tetap menyatu.

Budi menegaskan, kelainan tersebut murni disebabkan oleh gangguan perkembangan embrio atau faktor genetik selama masa kebuntingan dan tidak berkaitan dengan mitos maupun hal-hal supranatural.

Meski demikian, hewan dengan kondisi polisefali umumnya memiliki risiko komplikasi kesehatan yang cukup tinggi.

Karena itu, Dinas Peternakan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan Brilian untuk memastikan fungsi organ vitalnya berjalan dengan baik.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri