RADARBANGSA.COM - DPRD Jawa Barat mengisyaratkan kesiapan untuk menambah alokasi anggaran penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Jawa Barat Tahun 2026 melalui APBD Perubahan, apabila dana yang telah dialokasikan saat ini dinilai belum mencukupi.
Komitmen tersebut disampaikan untuk memastikan ajang olahraga terbesar di Jawa Barat yang akan berlangsung selama 13 hari itu dapat terselenggara secara optimal tanpa terkendala pembiayaan.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Hasbullah Rahmad menegaskan DPRD mendukung penuh penyelenggaraan PORPROV XV, termasuk melalui alokasi anggaran yang telah disiapkan dalam APBD Provinsi Jawa Barat.
"Buktinya kita men-support penyelenggaraan PORPROV ini. Seluruh cabang olahraga dipertandingkan dan anggarannya juga sudah dialokasikan melalui APBD Provinsi Jawa Barat. Namun apabila memang masih dirasakan kurang, tentu akan kami bahas kembali bersama TAPD pada perubahan anggaran," ujar Hasbullah dalam keterangannya di Bandung, Jumat malam. (10/7/2026).
Hasbullah menjelaskan anggaran dari APBD Provinsi difokuskan untuk membiayai kebutuhan teknis pertandingan, seperti honor dewan juri, wasit, hingga panitia pelaksana.
Sementara itu, kebutuhan logistik serta transportasi lokal menjadi tanggung jawab masing-masing pemerintah kabupaten dan kota yang bertindak sebagai penyelenggara.
Terkait kemungkinan penambahan dana hibah bagi KONI Jawa Barat, Hasbullah menegaskan mekanismenya tetap harus dibahas bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta memperoleh persetujuan pemerintah pusat.
Selain tiga tuan rumah utama, yakni Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok, DPRD juga mengingatkan pentingnya kesiapan daerah pendamping yang menjadi lokasi pertandingan sejumlah cabang olahraga.
"Kita juga perlu memastikan daerah pendamping benar-benar siap. Jangan sampai menjadi lokasi pertandingan tetapi belum menyiapkan dukungan anggaran. Ini harus dikonsolidasikan melalui koordinasi bersama seluruh pemerintah daerah yang terlibat," katanya.
Menurut Hasbullah, PORPROV XV 2026 bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet Jawa Barat menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
"PORPROV menjadi titik awal pembinaan atlet menuju PON. Jawa Barat harus mempersiapkan atlet-atlet terbaiknya sejak sekarang agar mampu mempertahankan prestasi pada ajang nasional mendatang," ucapnya.
Selain melahirkan atlet berprestasi, penyelenggaraan PORPROV juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui meningkatnya aktivitas sektor perhotelan, kuliner, hingga transportasi akibat kehadiran ribuan atlet, ofisial, dan penonton.
Karena itu, DPRD mendorong pemerintah daerah penyelenggara menyediakan area khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di setiap venue pertandingan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Momentum PORPROV harus dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi lokal. Di setiap venue sebaiknya disediakan area khusus bagi UMKM dan pelaku usaha lokal agar mereka ikut merasakan manfaat dari penyelenggaraan event olahraga terbesar di Jawa Barat ini," katanya.
Meski mendorong penguatan anggaran dan dampak ekonomi, Hasbullah mengingatkan seluruh pihak agar tetap menjaga tata kelola keuangan dan administrasi secara akuntabel guna menghindari persoalan hukum maupun temuan administratif di kemudian hari.
"Target kita ada tiga, yaitu sukses prestasi, sukses penyelenggaraan yang berdampak pada perekonomian masyarakat, dan sukses administrasi. Ketiga hal tersebut harus berjalan beriringan agar PORPROV XV Jawa Barat benar-benar menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Jawa Barat," tuturnya.
PORPROV XV Jawa Barat dijadwalkan berlangsung pada 7–20 November 2026 dengan tiga tuan rumah utama, yakni Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok. Upacara pembukaan akan digelar di Kota Bekasi pada 7 November 2026, sedangkan penutupan dijadwalkan berlangsung di Kota Bogor pada 20 November 2026.