RADARBANGSA.COM - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cimahi, Jawa Barat, menyiapkan Program Kampung Sosial berbasis ketahanan pangan yang berorientasi pada pengembangan destinasi wisata sebagai strategi mempercepat penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor.
Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi Totong Solehudin mengatakan program tersebut mulai disiapkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kampung Sosial yang melibatkan sekitar 100 peserta dari unsur pentahelix.
"Program Kampung Sosial merupakan inovasi pembangunan sosial yang mengintegrasikan aspek kesejahteraan sosial, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal," kata Totong dalam keterangannya di Cimahi, Minggu (12/7/2026).
Ia menjelaskan Kota Cimahi saat ini memiliki 598.604 penduduk yang tergabung dalam 198.791 keluarga. Sebagian di antaranya masih berada pada kelompok desil 1, sehingga memerlukan program pemberdayaan untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Totong, Program Kampung Sosial dikembangkan dengan pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Pendekatan tersebut dipadukan dengan konsep social engineering untuk membangun perubahan perilaku masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan.
"Pendekatan tersebut dipadukan dengan konsep social engineering, yakni membangun perubahan perilaku masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan yang dikembangkan menjadi daya tarik wisata berbasis masyarakat," ujarnya.
Sebagai tahap awal, Dinas Sosial menetapkan Kelurahan Citeureup dan Kelurahan Cipageran sebagai lokasi proyek percontohan. Kedua wilayah tersebut dipilih karena dinilai memiliki potensi ketahanan pangan, ketersediaan lahan, kesiapan masyarakat, serta peluang mengembangkan wisata berbasis komunitas.
Totong menambahkan, pelaksanaan Program Kampung Sosial tidak mengandalkan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sebaliknya, program ini akan mengedepankan semangat gotong royong melalui dukungan masyarakat, dunia usaha, dana Corporate Social Responsibility (CSR), komunitas, dan sponsor.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudistira menegaskan penanganan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial, tetapi harus dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
"Kampung Sosial memiliki potensi direplikasi di seluruh Kota Cimahi," kata Adhitia.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Sosial Kota Cimahi akan membentuk Tim Kolaborasi Kampung Sosial, menyusun roadmap, menyelesaikan baseline data, menetapkan program prioritas 2026–2027, memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak, serta melaksanakan kick off Program Kampung Sosial pada periode Agustus hingga November 2026.