Kemenperin Kenalkan Vokasi Industri Berkelas Dunia di INNOPROM, Bidik Kolaborasi Strategis dengan Eurasia

Selasa, 14 Juli 2026 16:02 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (foto: istimewa)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (foto: istimewa)

RADARBANGSA.COM - Indonesia tidak hanya memamerkan kekuatan industri manufaktur di ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Lebih dari itu, pemerintah membawa misi besar memperkenalkan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri nasional kepada dunia sekaligus membuka jalan bagi kolaborasi internasional untuk mencetak tenaga kerja berdaya saing global.

Komitmen tersebut diwujudkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui berbagai program pendidikan vokasi, pelatihan kompetensi, hingga transformasi digital industri 4.0 yang ditampilkan pada pameran industri terbesar di kawasan Eurasia tersebut.

"Keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkuat hubungan industri nasional dengan negara Eurasia. Kami ingin membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan Rusia dan negara-negara Eurasia," ungkap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam rilisnya, Senin, 13 Juli 2026.

Sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang dipercaya menjadi Official Partner Country, Indonesia menghadirkan Indonesia Pavilion seluas lebih dari 1.500 meter persegi yang diisi 50 co-exhibitor dari berbagai sektor strategis. Paviliun tersebut menjadi etalase kemampuan industri nasional sekaligus sarana memperluas jejaring kerja sama dengan negara-negara Eurasia.

Dalam pameran tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin bersama Politeknik APP Jakarta dan Politeknik STMI Jakarta memperkenalkan ekosistem vokasi industri Indonesia. Kehadiran mereka tidak hanya mempromosikan sistem pendidikan vokasi nasional, tetapi juga membuka peluang kolaborasi internasional dalam pengembangan SDM industri.

"Kemenperin mendukung pertumbuhan industri nasional melalui pengembangan SDM industri yang menghasilkan tenaga kerja industri yang siap kerja dengan daya saing global. Kehadiran BPSDMI di INNOPROM 2026 dapat mempromosikan kualitas SDM industri Indonesia serta membuka peluang kerja sama," ujar Kepala BPSDMI Doddy Rahadi.




Reporter : Neli Elislah
Redaktur : M. Isa