WPP PPP Jatim Desak Pengusutan Tuntas Kasus Dugaan Pencabulan di Sampang

Selasa, 14 Juli 2026 21:31 WIB
Ketua WPP PPP Jatim, Umil Sulistyoningsih. (Foto: nabiel ba)
Ketua WPP PPP Jatim, Umil Sulistyoningsih. (Foto: nabiel ba)

RADARBANGSA.COM - Ketua PW Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) PPP Jawa Timur, Umil Sulistyoningsih, mengecam keras dugaan kasus pencabulan yang menimpa seorang remaja perempuan berinisial R (15) di Kabupaten Sampang.

Umil menilai kasus yang diduga melibatkan 27 pelaku, mulai dari kalangan remaja hingga orang dewasa, merupakan kejahatan serius yang harus ditangani secara menyeluruh oleh aparat penegak hukum.

"Kami mengecam keras aksi pencabulan terhadap anak di bawah umur ini. Sangat memprihatinkan dan melukai rasa kemanusiaan," ujar Umil, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, jumlah pelaku yang cukup banyak menunjukkan adanya persoalan yang tidak dapat dipandang sebagai tindak kriminal biasa. Karena itu, ia meminta aparat kepolisian mengusut kasus tersebut hingga tuntas dan memastikan seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Umil yang juga anggota DPRD Kabupaten Probolinggo menegaskan, penegakan hukum yang tegas diperlukan untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah terulangnya kasus serupa di kemudian hari.

"Bagaimana seluruh tersangka ini bisa tertangkap dan diproses secara hukum harus menjadi perhatian bersama. Penegakan hukum yang tegas diperlukan agar ada efek jera bagi pelaku dan menjadi peringatan bagi siapa pun agar tidak melakukan kejahatan serupa," tegasnya.

Selain mendorong proses hukum berjalan maksimal, Umil juga menyampaikan dukungan moral kepada korban dan keluarganya. Ia berharap korban dapat pulih dari trauma melalui pendampingan psikologis yang memadai serta dukungan dari berbagai pihak.

"Kami memberikan semangat dan dukungan kepada R agar perlahan bisa pulih dari trauma yang dialaminya. Anak ini masih memiliki masa depan yang panjang dan harus tetap mendapatkan haknya untuk melanjutkan pendidikan hingga tuntas," katanya.

Alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo itu menambahkan bahwa perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan turut memberikan perlindungan dan gpendampingan kepada korban agar tetap dapat melanjutkan kehidupannya serta meraih masa depan yang lebih baik.

Ia menegaskan, kasus kekerasan seksual terhadap anak harus menjadi perhatian serius semua pihak, baik pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, maupun masyarakat, guna menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri