RADARBANGSA.COM - Setelah sempat hilang akibat terseret ombak saat mandi di Pantai Muaro Putih, Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, seorang pelajar akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (16/7) pagi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam, Abdul Ghafur, mengatakan korban ditemukan warga dalam keadaan terdampar di kawasan Pantai Labuhan, Nagari Tiku Lima Jorong, sekitar 10 kilometer dari lokasi awal korban terseret ombak.
"Korban ditemukan warga di Labuhan, Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara dengan jarak dari lokasi korban terseret ombak sekitar 10 kilometer," kata Abdul Ghafur di Lubuk Basung, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, setelah menemukan jasad korban, warga segera melaporkan peristiwa tersebut kepada pemerintah nagari, Polsek Tanjung Mutiara, dan BPBD Kabupaten Agam agar proses evakuasi dapat dilakukan.
"Korban langsung dievakuasi ke rumah duka di Afdeling V Nagari Tiku Lima Jorong," ujarnya.
Korban diketahui merupakan anak dari pasangan Golo Lafau dan Yudika Gowasa. Sebelum kejadian, korban bersama delapan teman sekolahnya dari SMPN 3 Tanjung Mutiara sedang mandi di Pantai Muaro Putih pada Rabu (15/7).
Saat mereka asyik bermain di pantai, gelombang besar tiba-tiba datang dan menyeret korban ke tengah laut. Seorang teman sempat berusaha memberikan pertolongan, namun derasnya ombak membuat upaya penyelamatan tidak berhasil.
Teman-teman korban kemudian meminta bantuan kepada warga dan pihak sekolah. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur.
"Kita menurunkan petugas ke lokasi untuk mencari korban bersama Basarnas, PMI Agam, Satpol Air Polres Agam, dan lainnya," kata Abdul Ghafur.
Tim gabungan melakukan pencarian menggunakan dua perahu milik Basarnas dan nelayan setempat. Pencarian dilakukan dengan menyisir perairan dan garis pantai hingga Rabu (15/7) pukul 18.00 WIB, namun belum membuahkan hasil sehingga operasi dihentikan sementara.
"Kita bakal melanjutkan pencarian pada Kamis (16/7) pukul 08.00 WIB, namun jasad korban telah ditemukan," ujarnya.
BPBD Kabupaten Agam mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mandi di kawasan pantai dalam beberapa waktu ke depan mengingat kondisi gelombang di pesisir Agam sedang cukup tinggi.
"Kami mengimbau warga untuk tidak mandi di pantai karena ombak cukup besar akhir-akhir ini," kata Abdul Ghafur.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang laut sebelum beraktivitas di kawasan pantai demi menghindari kejadian serupa.