RADARBANGSA.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa transformasi bangsa harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, pembangunan industri, penguatan ketahanan pangan, hingga pengembangan permukiman harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup sebagai fondasi pembangunan nasional.
Hal tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan Akad Massal 62.000 Unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Rumah Subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di kawasan Puri Delta City Side Batang, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (30/7).
"Kita mau transformasi bangsa. Berarti kita perlu banyak industri hilirisasi, banyak pabrik, banyak terobosan processing. Kita butuh keamanan makan, ketahanan makan, swasembada pangan. Sudah kita capai, harus kita amankan. Dunia penuh ketidakpastian, kita harus amankan itu. Kita harus amankan energi, kita harus amankan semua itu," ujar Presiden.
Kepala Negara menegaskan bahwa agenda transformasi tersebut harus diimbangi dengan komitmen menjaga kualitas lingkungan hidup. Menurut Presiden, pengendalian sampah dan perlindungan lingkungan merupakan langkah penting untuk menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Kita sebagai manusia harus inisiatif, kita harus jaga. Berarti sampah harus kita kendalikan dan insyaallah dalam satu atau dua tahun ini kita akan bikin perubahan drastis, kita akan kendalikan sampah. Di akhir 2027 masalah sampah di Indonesia sudah selesai. Tidak ada lagi gunung sampah. Ini akan kita capai," tutur Presiden.
Presiden Prabowo juga menggarisbawahi bahwa lingkungan yang bersih dan indah merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata. Selain menciptakan lapangan kerja, pariwisata juga akan berkembang apabila didukung oleh kota, kawasan pesisir, dan ruang publik yang bersih serta tertata.
"Pariwisata adalah pencipta lapangan kerja yang sangat besar. Tapi wisatawan tidak akan mau datang ke kota yang jorok. Dia tidak akan datang ke pantai penuh plastik dan sampah," tambahnya.