Tak Lagi Andalkan BTS, Komdigi Siapkan Strategi Baru Hadirkan Internet hingga Daerah Blankspot

Rabu, 05 Agustus 2026 11:02 WIB
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria (foto: istimewa)
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria (foto: istimewa)

RADARBANGSA.COM - Pemerintah mulai meninggalkan pola lama dalam membangun jaringan internet nasional. Jika sebelumnya perluasan konektivitas identik dengan pembangunan menara BTS, kini Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerapkan strategi yang lebih fleksibel dengan memadukan berbagai teknologi agar internet dapat menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini masih blankspot.

Kebijakan tersebut disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria saat menerima audiensi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026).

"Kita coba petakan mana yang prioritas. Yang mungkin tidak bisa ditembus dengan BTS, mungkin lewat satelit atau moda jaringan telekomunikasi yang lain," ujar Nezar.

Ia menjelaskan, pemerintah akan mengombinasikan pembangunan BTS, jaringan fiber optik, satelit, hingga berbagai teknologi telekomunikasi lainnya agar layanan internet dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama di wilayah terpencil yang memiliki tantangan geografis.

Nezar mengungkapkan, Kalimantan Timur menjadi salah satu provinsi dengan tingkat konektivitas terbaik di Indonesia. Dari total 841 desa, sebanyak 803 desa telah terlayani akses internet atau mencapai sekitar 95,5 persen. Meski demikian, masih terdapat 269 titik blankspot yang menjadi prioritas penanganan pemerintah.

Menurutnya, percepatan pemerataan akses digital tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat. Kolaborasi antara pemerintah daerah, BAKTI Komdigi, dan operator telekomunikasi menjadi faktor penting untuk memperluas jangkauan layanan internet hingga ke daerah-daerah yang masih belum terlayani.

"Dengan sinergi yang kita lakukan, kita bisa saling menguatkan dan mewujudkan beberapa titik yang memang dibutuhkan oleh masyarakat," tegasnya.



Reporter : Ainur Rasyid
Redaktur : M. Isa