Polije Perkuat Kolaborasi Global Lewat Program WFK-ICT Bersama KNU Korea Selatan

Rabu, 05 Agustus 2026 12:01 WIB
Polije Perkuat Jejaring Global Lewat Kolaborasi dengan KNU Korea. (Foto: tugu jatim)
Polije Perkuat Jejaring Global Lewat Kolaborasi dengan KNU Korea. (Foto: tugu jatim)

RADARBANGSA.COM - Politeknik Negeri Jember (Polije) kembali memperkuat jejaring internasional melalui kolaborasi dengan Kyungpook National University (KNU), Korea Selatan, dalam penyelenggaraan program World Friends Korea ICT Volunteers (WFK-ICT) 2026, Senin (3/8/2026).

Program yang telah terjalin sejak 2019 ini menjadi wadah pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi, kepemimpinan, serta kolaborasi lintas budaya.

Program yang didukung National Information Society Agency (NIA) tersebut memasuki penyelenggaraan ketujuh dengan mengusung konsep student-centered, yang menempatkan mahasiswa sebagai penggerak utama sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.

WFK-ICT 2026 juga melibatkan sekitar 10 politeknik di Indonesia serta menghadirkan berbagai aktivitas pertukaran budaya, seperti K-Food, K-Game, dan permainan tradisional Korea.

Presiden WFK ICT Volunteers dari KNU, Jeong Donggi, mengatakan seluruh rangkaian program dirancang bersama oleh mahasiswa Indonesia dan Korea Selatan. Selain kegiatan pembelajaran, peserta juga mengembangkan proyek Smart Cityuntuk Jember serta Media Facade yang mengangkat keindahan batik Indonesia.

"Kami merancang seluruh program bersama sejak awal. Program ini bukan hanya milik Korea atau Indonesia, tetapi milik kita bersama dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran," ujar Jeong Donggi.

Presiden WFK ICT Volunteers dari Polije, Azrieal Akbar Zackiansyah, menilai pendekatan student-centered memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memimpin setiap tahapan kegiatan sekaligus meningkatkan kemampuan bekerja dalam tim internasional.

"Kami terlibat langsung sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Pengalaman ini membangun kepercayaan diri untuk berkolaborasi di tingkat global," katanya.

Sementara itu, Prof. Wonil Chung mengapresiasi konsistensi Polije yang telah menyelenggarakan WFK-ICT selama tujuh tahun berturut-turut. Menurutnya, program tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa Indonesia dan Korea Selatan untuk memperkuat kolaborasi sekaligus saling mengenal budaya.

"Mahasiswa dari kedua negara mampu bekerja sama dengan sangat baik. Melalui pertukaran budaya, mereka belajar menghargai perbedaan dan tumbuh sebagai warga global," ungkapnya.

Direktur Polije, Saiful Anwar, STP., M.P., menegaskan WFK-ICT menjadi bukti eratnya kemitraan Polije dengan KNU yang terus berkembang. Ke depan, kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya melalui program pengabdian, tetapi juga diperluas ke bidang penelitian bersama, pertukaran mahasiswa, serta berbagai program strategis lainnya.

"Program ini tidak hanya memperkuat kompetensi teknologi, tetapi juga membangun komunikasi lintas budaya. Kami berharap kolaborasi ini terus berkembang dan memberi manfaat bagi kedua institusi," ujar Saiful Anwar.

Melalui WFK-ICT 2026, Polije menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul di bidang teknologi, memiliki wawasan global, serta siap berkolaborasi menghadapi tantangan dunia kerja internasional.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri