Libatkan Kemenkop, Bandung Perkuat Koperasi untuk Dongkrak Pertanian dan Peternakan

Rabu, 05 Agustus 2026 14:01 WIB
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat menghadiri sebuah agenda di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Foto: Pemkab Bandung)
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat menghadiri sebuah agenda di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Foto: Pemkab Bandung)

RADARBANGSA.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, memperkuat pengembangan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan dengan fokus pada sektor pertanian dan peternakan. Langkah ini dilakukan melalui penguatan sinergi dengan Kementerian Koperasi guna mendorong koperasi yang lebih modern, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan koordinasi dengan Kementerian Koperasi diarahkan untuk meningkatkan peran koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.

"Kami ingin memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Koperasi agar koperasi di Kabupaten Bandung semakin mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan peternakan," kata Dadang Supriatna di Bandung, Selasa (4/8/2026).

Berdasarkan data Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Bandung, daerah tersebut memiliki sekitar 1.700 koperasi, dengan lebih dari 1.000 koperasi aktif yang bergerak di berbagai bidang usaha. Kondisi ini menjadi modal besar dalam mengembangkan koperasi berbasis sektor riil.

Selain itu, Kabupaten Bandung juga memiliki potensi pertanian yang kuat dengan sekitar 36 ribu hektare lahan pertanian, menjadikannya salah satu sentra produksi pangan di Jawa Barat.

Menurut Dadang, koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat rantai usaha masyarakat, mulai dari penyediaan sarana produksi, akses pembiayaan, pengolahan hasil pertanian, hingga perluasan jaringan pemasaran. Peran tersebut dinilai mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani, peternak, dan pelaku usaha.

"Kami terus mendorong koperasi bertransformasi menjadi lembaga ekonomi yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya," ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan koperasi merupakan salah satu strategi untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing komoditas unggulan Kabupaten Bandung. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, kelompok tani, dan peternak.

Pertemuan dengan Kementerian Koperasi juga menjadi bagian dari langkah menyelaraskan program pengembangan koperasi daerah dengan kebijakan pemerintah pusat agar implementasinya lebih efektif dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kami optimistis sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bandung dan Kementerian Koperasi akan melahirkan koperasi yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, pelaku UMKM, serta memperkuat perekonomian daerah," katanya.

Melalui penguatan sinergi tersebut, Pemkab Bandung menargetkan koperasi menjadi pusat pengembangan usaha masyarakat yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Kolaborasi dengan pemerintah pusat diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan, memperkuat pemasaran, serta meningkatkan daya saing koperasi demi kesejahteraan petani, peternak, dan pelaku UMKM.



Reporter : Abdul Rahman Wahid
Redaktur : Rahmad Novandri