RADARBANGSA.COM - Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kelurahan Sekarjaya. Upaya ini dilakukan untuk mencegah api meluas hingga mengancam permukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi.
"Kebakaran hutan dan lahan terjadi tadi malam (4/8), sekitar pukul 19.00 WIB," kata Kepala BPBD OKU Januar Efendi saat dihubungi dari Palembang, Rabu (5/8).
Januar menjelaskan, lahan mineral yang terbakar terdeteksi melalui aplikasi SiPongi pada titik koordinat S: -4.1240 dan E: 104.2220. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD OKU langsung mengerahkan personel ke lokasi untuk memadamkan api agar tidak merambat ke kawasan permukiman yang hanya berjarak beberapa ratus meter.
Proses pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, serta dibantu masyarakat sekitar. Petugas berjibaku memadamkan kobaran api hingga malam hari dengan menggunakan dua mobil suplai air, mesin pompa jinjing, dan sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.
"Api berhasil dipadamkan hanya beberapa jam setelah peristiwa tersebut terjadi. Petugas kami saat ini masih di lapangan untuk melakukan pendinginan guna mencegah munculnya kembali titik api," katanya.
Selain memastikan kondisi lokasi tetap aman, BPBD OKU juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan pertanian dengan cara dibakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas, terutama pada musim kemarau.
"Dalam kesempatan tersebut, kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan pertanian dengan cara dibakar agar tidak memicu titik api yang menyebabkan karhutla," ujar Januar.
Ia menambahkan, Satgas Karhutla Kabupaten OKU terus melakukan pemantauan kondisi cuaca selama 1x24 jam, memonitor titik panas (hotspot), serta menyebarluaskan peringatan dini kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana pada musim kemarau.
"Satgas Karhutlah Kabupaten OKU juga melakukan pemantauan terhadap cuaca 1x24 jam, dan titik hotspot sekaligus mendistribusikan peringatan dini kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana alam saat musim kemarau, seperti karhutla," ujarnya.