Kemenperin Perkuat Ekosistem Startup, Siapkan Inovator Lokal Jadi Motor Baru Industri Nasional

Jum'at, 07 Agustus 2026 15:02 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (foto: istimewa)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (foto: istimewa)

RADARBANGSA.COM - Di tengah pesatnya transformasi digital dan persaingan industri global, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) semakin serius membangun ekosistem startup nasional. Tak sekadar mencetak perusahaan rintisan, pemerintah ingin melahirkan inovator teknologi yang mampu menjadi solusi nyata bagi industri manufaktur sekaligus mendongkrak daya saing ekonomi Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan Program Startup For Industry (SFI) yang sejak 2018 terus membina startup berbasis teknologi. Hingga kini, ekosistem SFI telah menghimpun 2.577 startup, dengan 1.740 di antaranya bergerak di bidang teknologi, termasuk 640 startup yang mengembangkan solusi berbasis Internet of Things (IoT), robotik, kecerdasan artifisial (AI), hingga 3D Printing.

"Indonesia tidak hanya membutuhkan semakin banyak startup, tetapi startup yang mampu menyelesaikan persoalan nyata di sektor industri. Startup harus menjadi mitra strategis industri nasional dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat peluncuran Indo Startup Expo and Forum 2026 di Jakarta, Kamis (6/8).

Agus menyebut Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan startup di Asia Tenggara. Saat ini Indonesia menempati peringkat keenam dunia dengan lebih dari 3.100 startup aktif. Namun, kualitas ekosistem startup nasional masih perlu diperkuat agar mampu naik dari posisi ke-45 dunia dalam Global Startup Ecosystem Index 2026.

Menurutnya, startup harus menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional maupun global melalui penguatan inovasi, akses pembiayaan, dan kolaborasi dengan sektor manufaktur. Apalagi, industri pengolahan nonmigas pada triwulan II 2026 tumbuh 5,32 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional serta menyumbang 39,7 persen realisasi investasi dan sekitar 82 persen nilai ekspor Indonesia pada semester pertama 2026.

"Pertumbuhan industri harus diiringi dengan peningkatan produktivitas dan inovasi. Di sinilah startup memiliki peran strategis sebagai penyedia solusi teknologi yang mampu menjawab kebutuhan industri dari hulu hingga hilir," tegas Agus.




Reporter : Yanuar Prasetyo
Redaktur : M. Isa