Wali Kota Pekalongan Lantik 14 Pejabat, Perkuat Pelayanan Publik

Jum'at, 07 Agustus 2026 16:01 WIB
Wali Kota Aaf Kukuhkan 14 Pejabat di Lingkungan Pemkot Pekalongan. (Foto: pemkot pekalongan)
Wali Kota Aaf Kukuhkan 14 Pejabat di Lingkungan Pemkot Pekalongan. (Foto: pemkot pekalongan)

RADARBANGSA.COM - Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid atau Aaf melantik dan mengukuhkan 14 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan.

Pelantikan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Kamis (6/8/2026), mencakup kepala sekolah dan pejabat fungsional di sektor kesehatan serta kebencanaan.

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi sekaligus upaya memperkuat kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan penanggulangan bencana.

Wali Kota Aaf mengatakan, pelantikan kepala sekolah dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan yang sebelumnya masih dijabat pelaksana tugas (Plt). Pengangkatan kepala sekolah kini harus melalui mekanisme seleksi sesuai kebijakan terbaru pemerintah pusat.

"Alhamdulillah prosesnya sudah selesai. Harapannya kekosongan jabatan di sekolah dapat segera terisi sehingga target kita untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan pendidikan bisa tercapai," ujar Aaf.

Ia menekankan, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada sekolah dan tenaga pendidik. Peran orang tua juga diperlukan untuk mendampingi serta mengawasi perkembangan peserta didik.

Menurutnya, komunikasi antara kepala sekolah, guru, guru bimbingan konseling, dan orang tua harus terus diperkuat agar potensi maupun persoalan yang dihadapi siswa dapat ditangani sejak dini.

"Komunikasi yang intensif antara kepala sekolah, guru, guru bimbingan konseling, dan orang tua dapat membantu mengembangkan potensi siswa sekaligus mengatasi berbagai kendala yang dihadapi peserta didik sejak dini. Dengan kolaborasi tersebut, kualitas pendidikan di Kota Pekalongan diharapkan semakin meningkat," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Pekalongan Rusmani Budiharjo menjelaskan, dari 14 pejabat yang dilantik, sebanyak delapan orang merupakan kepala sekolah, tiga pejabat fungsional administrator kesehatan di Dinas Kesehatan, dan tiga pejabat fungsional analis kebencanaan di BPBD.

Ia mengatakan, rotasi kepala sekolah dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian kebutuhan organisasi. Sementara sejumlah posisi kepala sekolah yang masih kosong akan diisi melalui seleksi calon kepala sekolah sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Saat ini, Pemerintah Kota Pekalongan juga telah memfasilitasi proses seleksi bagi 13 calon kepala sekolah," ungkap Rusmani.

Delapan kepala sekolah yang dilantik yakni Sukardi, S.Pd. sebagai Kepala SMP Negeri 2 Kota Pekalongan; Qurratiani, S.Si. sebagai Kepala SMP Negeri 8; Yeti Eka Erawati, S.Pd., M.Pd. sebagai Kepala SMP Negeri 7; Dwiani Arbiyanti, S.Pd. sebagai Kepala SMP Negeri 17; Suwartini, S.Pd. sebagai Kepala SD Negeri Keputran 6; Sri Hartanti, S.Pd., SD. sebagai Kepala SD Negeri Poncol 1; Yeni Fisnani, S.Pd., SD. sebagai Kepala SD Negeri Poncol 2; serta Inggit Prasetio Utami, S.Pd., M.Pd. sebagai Kepala SD Negeri Panjang Wetan 1.

Sementara tiga pejabat fungsional Administrator Kesehatan yang dilantik yakni Samsiyah Ratnawati, S.Kep., Ns., Hendra Adi Prasetya, S.Kep., Ns., M.Kep., dan Citra Hanwaring Puri, S.Psi.

Adapun tiga pejabat fungsional Analis Kebencanaan BPBD melalui penyesuaian/inpassing terdiri atas A. Syaifudin Abdul Jabar, A.ST., Pipin Widyawati, S.Sos., dan Wahyu Indriastuti, S.T., M.T.

Melalui pelantikan tersebut, Pemkot Pekalongan berharap penataan organisasi dapat berjalan optimal sekaligus mendorong peningkatan kinerja aparatur dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri