Pemprov Jatim Siapkan Rp276 Miliar untuk TPG Guru melalui P-APBD

Senin, 10 Agustus 2026 09:01 WIB
Pemprov Jatim Siapkan Rp276 Miliar untuk TPG Guru. (Foto: pemprov jatim)
Pemprov Jatim Siapkan Rp276 Miliar untuk TPG Guru. (Foto: pemprov jatim)

RADARBANGSA.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus kualitas tenaga pendidik. Salah satu langkah yang tengah disiapkan yakni pemenuhan Tunjangan Profesi Guru (TPG) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Pemprov Jatim saat ini tengah mengupayakan legalitas agar anggaran TPG yang semestinya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat dialokasikan melalui APBD.

“Kita sedang berproses untuk mendapatkan legalitas terkait Tunjangan Profesi Guru (TPG), yang semestinya merupakan anggaran dari APBN. Namun, kami akan menyiapkannya melalui APBD karena memang para guru tersebut seharusnya sudah mendapatkan haknya,” ujar Khofifah usai beraudiensi dengan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., di Surabaya, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Khofifah, upaya tersebut telah memperoleh dukungan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan kementerian terkait. Sejumlah dokumen dan kelengkapan administrasi untuk pemenuhan TPG juga telah diproses melalui direktorat jenderal terkait.

Tahap selanjutnya, Kementerian Dalam Negeri akan menyampaikan surat kepada Kementerian Keuangan untuk memastikan pengalokasian anggaran tersebut dapat diintegrasikan dalam Perubahan APBD (P-APBD) tahun 2026.

“Akan ada surat dari Kementerian Dalam Negeri kepada Kementerian Keuangan untuk memastikan proses tersebut dapat diintegrasikan ke dalam perubahan APBD (P-APBD) tahun ini. Nilainya sekitar Rp276 miliar,” jelasnya.

PGRI Apresiasi Komitmen Pemprov Jatim

Komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat sektor pendidikan mendapat apresiasi dari Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. Apresiasi tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Gubernur Khofifah di Surabaya.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan pendidikan bermutu, peningkatan kompetensi guru, hingga penguatan sinergi antara pemerintah dan PGRI dalam menghadapi tantangan pendidikan di tengah transformasi digital.

Unifah menilai dukungan terhadap guru, baik dari sisi kesejahteraan maupun peningkatan kompetensi, menjadi faktor penting dalam mewujudkan pendidikan berkualitas.

“Kami melihat bahwa guru merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu. Oleh karena itu, penghargaan ini pada dasarnya merupakan bentuk apresiasi kami yang utama kepada Ibu Gubernur atas komitmen yang luar biasa terhadap dunia pendidikan,” kata Unifah.

Khofifah Diundang Hadiri Go Public Fund/Fun Education

Dalam kesempatan tersebut, PB PGRI turut mengundang Gubernur Jawa Timur untuk menghadiri kegiatan Go Public Fund/Fun Education yang akan berlangsung di Jakarta pada 15 Oktober 2026.

Kegiatan itu menjadi bagian dari gerakan untuk mendorong penguatan komitmen pemerintah terhadap investasi dan pendanaan pendidikan publik. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung tersedianya layanan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan bagi masyarakat.

Unifah berharap berbagai komitmen dan kebijakan Jawa Timur dalam meningkatkan mutu pendidikan dapat turut disampaikan dalam forum tersebut sebagai bagian dari penguatan gerakan bersama untuk menghadirkan pendidikan bermutu secara merata.

200 Ribu Guru Jatim Dilatih Coding dan AI

Selain peningkatan kesejahteraan, penguatan kompetensi guru menjadi perhatian dalam agenda transformasi pendidikan di Jawa Timur.

PGRI mendorong para guru untuk meningkatkan kemampuan di bidang teknologi, termasuk coding dan Artificial Intelligence (AI). Hingga kini, sekitar 200.000 guru di Jawa Timur telah mengikuti pelatihan coding dan AI.

Pelatihan tersebut diharapkan membuat guru semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital serta mampu memanfaatkannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Transformasi pendidikan, kata Unifah, tidak hanya membutuhkan dukungan infrastruktur dan pembiayaan, tetapi juga sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Guru menjadi salah satu aktor utama dalam memastikan perubahan tersebut memberikan dampak positif bagi peserta didik.

Khofifah Terima Penghargaan Dwija Praja Nugraha

Dalam audiensi tersebut, Gubernur Khofifah juga menerima penghargaan Dwija Praja Nugraha dari PB PGRI. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd.

Dwija Praja Nugraha merupakan bentuk apresiasi PGRI kepada kepala daerah yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap kemajuan pendidikan, termasuk dalam memberikan perhatian terhadap kesejahteraan dan pengembangan kompetensi guru serta tenaga kependidikan.

Unifah mengatakan, penghargaan tersebut memiliki kriteria dan proses penilaian yang ketat. Pemberian penghargaan kepada Khofifah menjadi bentuk apresiasi atas perhatian Pemprov Jatim terhadap kemajuan pendidikan.

Ia juga mengapresiasi kesediaan Khofifah menerima audiensi PB PGRI di tengah kesibukannya sebagai kepala daerah.

Menurut Unifah, komitmen kepala daerah menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat. Sinergi antara pemerintah, guru, organisasi profesi, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar kebijakan pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Guru

Audiensi PB PGRI bersama Gubernur Jawa Timur menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Pemenuhan hak guru melalui dukungan kesejahteraan, peningkatan kompetensi melalui pelatihan coding dan AI, serta penguatan investasi pendidikan menjadi sejumlah langkah yang saling berkaitan dalam mewujudkan pendidikan bermutu.

Pemprov Jatim juga mendorong agar guru tidak sekadar menjadi penerima kebijakan, tetapi turut menjadi bagian utama dalam proses transformasi pendidikan.

Melalui sinergi antara pemerintah dan organisasi profesi guru, berbagai kebijakan dan program pendidikan diharapkan semakin mampu menjawab kebutuhan guru dan peserta didik serta memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas bagi masyarakat Jawa Timur.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri