PMI dan BPBD Bojonegoro Salurkan Bantuan Air Bersih ke Warga Sumberrejo

Selasa, 11 Agustus 2026 20:30 WIB
PMI-BPBD Bantu Warga Sumberrejo Hadapi Kekeringan. (Foto: pemkab bojonegoro)
PMI-BPBD Bantu Warga Sumberrejo Hadapi Kekeringan. (Foto: pemkab bojonegoro)

RADARBANGSA.COM - Warga Desa Deru dan Desa Kayulemah, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, menyambut antusias penyaluran bantuan air bersih dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Senin (10/8/2026).

Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi warga yang mulai menghadapi keterbatasan sumber air akibat kondisi kekeringan. Air yang disalurkan dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, minum, hingga keperluan rumah tangga.

Kehadiran bantuan ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan. Tidak hanya pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan dan para relawan turut terlibat dalam upaya membantu warga memenuhi kebutuhan air bersih.

Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro Ninik Susmiati mengatakan, distribusi air bersih merupakan bentuk respons PMI terhadap kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan.

“Pendistribusian air bersih dilakukan oleh PMI Kabupaten Bojonegoro dalam rangka merespons kebutuhan air bersih masyarakat Bojonegoro yang mengalami kekeringan,” ujarnya.

Ninik menjelaskan, PMI akan terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bojonegoro untuk memetakan wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih.

“Dalam pelaksanaan distribusi, pihak PMI akan selalu berkoordinasi dengan BPBD terkait titik lokasi yang membutuhkan air bersih,” jelasnya.

Menurutnya, koordinasi tersebut penting agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan kondisi kekeringan dan paling membutuhkan pasokan air.

Dalam proses distribusi, PMI turut mengerahkan staf markas dan relawan untuk memastikan bantuan air bersih dapat diterima langsung oleh masyarakat di lokasi terdampak.

Ninik berharap kolaborasi antara PMI, BPBD, relawan, serta berbagai pihak terkait dapat terus diperkuat. Dengan demikian, penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Bojonegoro dapat dilakukan secara cepat dan optimal.

“Sehingga sinergi dalam penanganan kekeringan bisa berjalan dengan optimal,” pungkasnya.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri