RADARBANGSA.COM - Pemerintah pusat memperluas manfaat program bantuan revitalisasi satuan pendidikan di Sumatera Barat (Sumbar) pada 2026. Sebanyak 920 satuan pendidikan di provinsi tersebut akan menerima bantuan dengan total nilai mencapai Rp617,24 miliar.
Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy mengatakan pemerintah provinsi menyambut baik perluasan program tersebut karena dapat membantu meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di daerah.
"Pemerintah provinsi menyambut baik perluasan ini demi meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Sumbar," katanya di Padang, Selasa (11/8/2026).
Berdasarkan laporan program bantuan revitalisasi tahun anggaran 2025 dan 2026, jumlah satuan pendidikan penerima bantuan di Sumbar mengalami peningkatan signifikan.
Pada 2025, bantuan diberikan kepada 337 satuan pendidikan dengan nilai Rp300.066.625.429. Sementara pada 2026, jumlah penerima melonjak menjadi 920 satuan pendidikan dengan alokasi mencapai Rp617,24 miliar.
Vasco menilai bertambahnya cakupan penerima akan membuka peluang bagi lebih banyak sekolah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.
"Semakin banyak sekolah yang mendapatkan perhatian, maka itu berarti semakin banyak juga anak-anak kita yang bisa belajar di lingkungan yang lebih layak, aman, dan nyaman," katanya.
Perluasan program tidak hanya terlihat dari jumlah penerima, tetapi juga mencakup berbagai jenjang pendidikan. Peningkatan paling signifikan terjadi pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah dasar (SD).
Jumlah penerima bantuan PAUD meningkat 774 persen dibandingkan 2025, sedangkan penerima bantuan SD naik 228 persen. Untuk jenjang SMP, jumlah penerima meningkat 53 persen.
Pada 2026, bantuan revitalisasi mencakup 271 satuan pendidikan PAUD dengan nilai sekitar Rp110,17 miliar, 443 SD sekitar Rp245,73 miliar, 142 SMP sekitar Rp172,44 miliar, serta 64 SMA/sederajat dengan nilai sekitar Rp88,89 miliar.
Vasco menilai besarnya perhatian terhadap PAUD dan SD menjadi hal penting karena kedua jenjang tersebut merupakan fondasi pendidikan anak sejak usia dini.
Menurut dia, revitalisasi satuan pendidikan juga tidak selalu berarti membangun gedung baru. Program tersebut dapat berupa perbaikan berbagai fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas, atap, plafon, lantai, sanitasi, toilet, pengecatan, hingga penataan lingkungan sekolah.
Pemprov Sumbar, kata Vasco, akan terus mengawal pelaksanaan program agar bantuan pemerintah pusat benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi satuan pendidikan penerima.
"Pemprov Sumbar akan terus mengawal dan mendukung pelaksanaan program ini agar bantuan dari pemerintah pusat dapat memberikan manfaat optimal bagi satuan pendidikan penerima di Sumbar," katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumbar.
Dengan bertambahnya jumlah sekolah penerima dan meningkatnya nilai bantuan, program revitalisasi diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik di Sumatera Barat.