Harga Gabah Tembus Rp7.600/Kg, Petani Sumedang Nikmati Kenaikan Produksi hingga 40 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 20:31 WIB
Petani memanen tanaman padi memasuki masa panen. (Foto: Antara)
Petani memanen tanaman padi memasuki masa panen. (Foto: Antara)

RADARBANGSA.COM - Kabar baik datang dari petani padi di Desa Ujungjaya, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pada musim panen tahun ini, harga gabah di tingkat pengepul mencapai Rp7.600 per kilogram, sementara produksi padi petani meningkat hingga 30–40 persen.

Petani setempat, Solihin, mengatakan harga gabah saat ini lebih tinggi dibandingkan harga dasar gabah Bulog yang berada di kisaran Rp6.500 per kilogram. Kondisi tersebut membuat hasil panen memberikan nilai jual yang lebih baik bagi petani.

"Harga gabah sekarang cukup bagus. Pengepul berani membeli sampai Rp7.600 per kilogram untuk gabah basah," kata Solihin di Sumedang, Selasa (18/8/2026).

Menurut Solihin, keuntungan petani semakin terasa karena kenaikan harga gabah tersebut terjadi bersamaan dengan peningkatan produktivitas padi pada musim panen kali ini.

Sebelumnya, hasil panen berada di kisaran 18,9 kuintal per petak dengan ukuran 250 bata atau setara 0,4 hektare. Kini, hasil tersebut meningkat menjadi sekitar 26,5 kuintal per petak.

Dengan demikian, produktivitas meningkat dari sekitar 4,7 ton menjadi 6,6 ton per hektare.

Peningkatan produksi tersebut terjadi di areal persawahan seluas sekitar 250 hektare di Desa Ujungjaya dan turut dirasakan sejumlah petani lainnya.

Solihin menyebut berkurangnya serangan hama menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan hasil panen. Selain itu, kondisi prasarana pertanian yang semakin memadai turut mendukung produktivitas petani.

"Hasil produksi tahun ini meningkat sekitar 30 sampai 40 persen, salah satunya karena serangan hama berkurang dan prasarana pertanian juga cukup memadai," ujarnya.

Menurutnya, kombinasi antara produksi yang meningkat dan harga gabah yang relatif tinggi membuat musim panen tahun ini lebih menguntungkan bagi petani.

Kondisi tersebut sekaligus memberikan kepastian yang lebih baik bagi petani dalam menjalankan usaha tani. Namun, Solihin berharap harga gabah di tingkat petani tetap terjaga agar peningkatan produksi benar-benar berdampak terhadap kesejahteraan mereka.

"Harapan kami, program pemerintah yang sudah berjalan bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan. Kami juga berharap usulan dari petani dapat direalisasikan," katanya.

Dukungan terhadap peningkatan produktivitas pertanian di Sumedang juga dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui penguatan sarana dan prasarana pertanian.

Pemkab Sumedang secara bertahap menyalurkan alat dan mesin pertanian (alsintan) ke sejumlah kecamatan untuk meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus mendorong modernisasi pertanian.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan bantuan alsintan dari pemerintah pusat mulai direalisasikan dan didistribusikan ke berbagai wilayah.

Bantuan tersebut antara lain berupa combine harvester dan mesin pompa air yang diharapkan dapat mendukung percepatan modernisasi sektor pertanian.

"Alhamdulillah bantuan alsintan dari pemerintah pusat sudah mulai direalisasikan dan tersebar di berbagai kecamatan. Ini merupakan bentuk perhatian untuk memperkuat ketahanan pangan daerah," katanya.

Dengan harga gabah yang menguat, produktivitas yang meningkat, serta dukungan sarana pertanian, petani Sumedang berharap momentum positif musim panen tahun ini dapat terus berlanjut dan memberikan penghasilan yang semakin baik bagi masyarakat.



Reporter : Abdul Rahman Wahid
Redaktur : Rahmad Novandri