Pemprov DKI Kirimkan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp5,8 Miliar untuk Korban Gempa di NTT

Jum'at, 21 Agustus 2026 14:01 WIB
Pramono Anung (Gubernur DKI Jakarta). (Foto: beritajakarta.id)
Pramono Anung (Gubernur DKI Jakarta). (Foto: beritajakarta.id)

RADARBANGSA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp5,8 miliar untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melepas secara langsung pengiriman bantuan tersebut dari Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/8).

"Pemerintah DKI Jakarta hadir untuk membantu masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terkena dampak bencana pada 15 Agustus kemarin. Gempa dengan magnitudo 7,7 sangat besar dan dampaknya luar biasa," ujarnya dikutip dari beritajakarta, Jumat (21/8).

Adapun bantuan tersebut dihimpun melalui kolaborasi aparatur sipil negara (ASN), perangkat daerah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta. Penghimpunan bantuan masih dibuka hingga 25 Agustus 2026.

"Dari hasil pengumpulan yang dilakukan oleh ASN, perangkat daerah, BUMD, BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta, terkumpul Rp5.853.728.500 atau tepatnya Rp5,8 miliar. Ini adalah tahap awal dan Pemerintah DKI Jakarta masih membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin berpartisipasi sampai dengan 25 Agustus 2026," tukasnya.

Sehari setelah gempa, Pemprov DKI telah memberangkatkan tim kesehatan untuk memberikan pelayanan medis kepada warga terdampak. Kebutuhan bantuan berikutnya akan disesuaikan dengan hasil koordinasi bersama Pemerintah Provinsi NTT dan tim di lapangan.

"Satu hari pascagempa kami telah memberangkatkan tim kesehatan dan saat ini sudah bertugas di lokasi bencana. Berdasarkan hasil komunikasi langsung dengan Gubernur NTT serta tim lapangan, kebutuhan mendesak seperti popok dan kebutuhan sanitasi bayi maupun lansia akan terus diprioritaskan pada pengiriman berikutnya," terang Pramono.

Lebih lanjut ditegaskannya, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas Jakarta terhadap masyarakat di daerah lain yang sedang menghadapi bencana.

"Solidaritas Jakarta tidak berhenti pada batas wilayah administrasi; ketika saudara-saudara kita di daerah lain mengalami musibah, Jakarta harus selalu hadir untuk mendukung pemulihan mereka sepenuhnya," tuturnya. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, menjelaskan bantuan yang dikirim mencakup kebutuhan pangan, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, sarana penyediaan air bersih, serta uang tunai.

"Adapun bantuan logistik terdiri atas makanan siap saji, air mineral, biskuit, kasur lipat, perlengkapan keluarga, terpal, obat-obatan dan cairan infus, makanan anak, serta 200 unit toren air dari PAM Jaya. Selain itu, disalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp1,11 miliar serta komitmen pengiriman Mobile Water Treatment Plant senilai Rp2,5 miliar," katanya. 

Sementara, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana, mengatakan bantuan dari Pemprov DKI akan mendukung penanganan masa tanggap darurat di tujuh kabupaten terdampak.

"Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dan partisipasi nyata dari Bapak Gubernur bersama seluruh aparatur di wilayah DKI Jakarta. Bantuan senilai Rp5,8 miliar ini merupakan bantuan pertama yang diserahkan oleh pemerintah provinsi untuk penanganan tujuh kabupaten terdampak selama masa tanggap darurat," tuturnya.



Reporter : Fauzan
Redaktur : M. Isa