RADARBANGSA.COM - Pemerintah Kota Bandung membidik kawasan Pasar Baru dan Pecinan Lama untuk dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang diharapkan menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi, kuliner, wisata, dan ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pengembangan kedua kawasan tersebut akan dirancang saling terhubung sehingga dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Semuanya dalam format kerja sama investasi antarswasta. Pemerintah hanya mengatur regulasinya," kata Farhan di Bandung, Selasa (25/8/2026).
Menurut Farhan, pemerintah kota akan lebih banyak menjalankan fungsi penataan dan penertiban kawasan. Sementara investasi untuk pengembangan kawasan sepenuhnya berasal dari pihak swasta.
"Artinya kita kembali ke fungsi penataan dan penertiban. Investasi 100 persen swasta," ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep pengembangan Pasar Baru nantinya akan terhubung dengan kawasan Pecinan Lama yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan potensi wisata kuliner dan ekonomi kreatif.
Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkot Bandung juga menyiapkan pembenahan sejumlah ruas jalan kecil di sekitar kawasan pada 2027.
Beberapa ruas yang akan dibenahi antara lain Jalan ABC, Jalan Suniaraja, Jalan Alkateri, hingga kawasan belakang Pasar Dulatip.
Farhan menyebut pembenahan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat konektivitas dan daya tarik kawasan Pasar Baru serta Pecinan Lama.
"Itu akan memberikan alasan untuk kita di tahun 2027 semua jalan-jalan kecil ABC, Suniaraja, Alkateri itu jalannya akan dirapikan lagi semuanya," katanya.
Menurut dia, pembenahan infrastruktur menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan kuliner dan wisata. Penataan tidak hanya diarahkan pada keberadaan pelaku usaha, tetapi juga mencakup kualitas lingkungan serta kemudahan akses bagi pengunjung.
Selain infrastruktur jalan, Pemkot Bandung juga membuka peluang menghadirkan transportasi khusus yang menghubungkan Bandara Internasional Husein Sastranegara dengan kawasan Pasar Baru dan sejumlah destinasi wisata lainnya.
Farhan mengatakan layanan shuttle tersebut saat ini belum tersedia. Namun, usulan penyediaannya sudah disampaikan dan pemerintah masih menunggu proposal dari sejumlah pelaku angkutan swasta.
"Belum ada, tapi usulannya sudah ada. Saya masih menunggu usulan dari beberapa pelaku angkutan swasta untuk menyediakan shuttle antara bandara dengan beberapa titik yang lain," katanya.
Pengembangan Pasar Baru dan Pecinan Lama diharapkan tidak hanya memperkuat sektor perdagangan, tetapi juga menciptakan kawasan wisata terpadu yang lebih nyaman dan mudah diakses.
Dengan dukungan investasi swasta, penataan pemerintah, pembenahan infrastruktur, serta konektivitas transportasi, kawasan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu simpul baru pertumbuhan ekonomi sekaligus destinasi wisata perkotaan di Kota Bandung.