RADARBANGSA.COM - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai meningkat di Kabupaten Ponorogo seiring kondisi kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang.
Vegetasi yang mengering membuat dedaunan, ranting, hingga rerumputan menjadi bahan yang mudah terbakar sehingga memperbesar potensi munculnya titik api, terutama di kawasan pegunungan.
Sejumlah kawasan hutan di Ponorogo bahkan telah mengalami kebakaran dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari aparat dan masyarakat, mengingat api berpotensi meluas hingga mendekati area permukiman apabila tidak segera ditangani.
Upaya pencegahan dan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak. Kodim 0802/Ponorogo melalui jajaran Babinsa, BPBD Ponorogo, Polres Ponorogo melalui Bhabinkamtibmas, Perhutani, pemerintah desa, serta masyarakat bersama-sama melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah rawan.
Salah satu kejadian kebakaran terjadi di kawasan hutan Dusun Jenggring, Desa Ngilo-Ilo, Kecamatan Slahung, Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Kebakaran berada di Petak 54 A, RPH Karangpatihan, BKPH Ponorogo Barat, KPH Lawu DS.
Babinsa Desa Ngilo-Ilo Serka Wiyono mengatakan, setelah mendapat laporan kebakaran, pihaknya langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan pemadaman.
“Mendapat informasi tersebut kami langsung menuju tempat kejadian dan berkoordinasi dengan Polsek, Perhutani, BPBD, serta warga. Bersama-sama kami berupaya memadamkan dan melokalisasi api agar tidak menyebar hingga ke permukiman,” ujarnya.
Berkat penanganan cepat, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 21.00 WIB. Petugas gabungan juga melakukan upaya pelokalisiran agar kobaran tidak meluas.
Kebakaran hutan juga terjadi di wilayah Kecamatan Bungkal pada hari yang sama. Titik api muncul sekitar pukul 15.30 WIB di kawasan Gunung Pegat, Dukuh Domas, Desa Nambak.
Anggota Koramil Tipe B 0802/11 Bungkal bersama Polsek Bungkal dan unsur terkait langsung melakukan penanganan di lokasi. Kobaran api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke kawasan permukiman warga.
“Kami berupaya agar api segera padam dan tidak merembet ke permukiman warga,” kata Babinsa Desa Nambak, Serka Tomy.
Komandan Kodim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra sebelumnya telah menginstruksikan seluruh jajaran, khususnya Babinsa, untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.
Selain melakukan pemantauan, Babinsa juga diminta aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan. Warga juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.
Dengan sinergi antara aparat, pemerintah daerah, Perhutani, dan masyarakat, upaya pencegahan karhutla diharapkan mampu menekan risiko kebakaran yang lebih besar di Kabupaten Ponorogo.