RADARBANGSA.COM - Burung Ekek Keling Sunda yang dikenal dengan nama Ekek Geling Jawa (Cissa thalassina) menghadapi ancaman serius. Satwa endemik Jawa Barat itu diperkirakan hanya tersisa puluhan hingga ratusan ekor akibat kerusakan habitat dan perburuan ilegal.
Manager Divisi Pendidikan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat M. Jefry Rohman mengatakan keberadaan burung tersebut masih terpantau di sejumlah kawasan hutan Jawa Barat, namun jumlah populasinya diperkirakan sangat terbatas.
"Kalau di Jawa Barat itu terpantau masih ada beberapa. Cuma sulit kalau kita menjelajah atau observasi, misalnya di Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango. Masih terkadang kita bisa melihat, cuma karena jumlahnya terbatas maka interaksinya susah," ujar Jefry, Rabu (26/8/2026).
Berdasarkan perkiraan, kata Jefry, populasi Ekek Keling Sunda yang masih bertahan di sejumlah kawasan hutan Jawa Barat berada pada kisaran 50 hingga 250 ekor.
Jumlah tersebut, menurut dia, menjadi alarm bagi kelestarian satwa endemik tersebut. Sebab, keberlangsungan populasi Ekek Keling Sunda sangat bergantung pada kondisi habitat, keberadaan pepohonan, serta ketersediaan sumber pakan.
"Kalau wilayahnya kritis, sudah tidak ada pepohonan, sudah tidak ada tempat untuk mencari makan, ya mau di mana lagi?" katanya.
Jefry menilai deforestasi dan kerusakan lingkungan menjadi salah satu ancaman serius bagi keberadaan Ekek Keling Sunda.
Tekanan terhadap lingkungan di Jawa Barat, menurutnya, tidak hanya mengancam satu jenis satwa, tetapi dapat mengganggu keseimbangan seluruh ekosistem.
"Jadi bukan hanya masalah dunia hewan, abiotik maupun biotik. Semuanya saling berhubungan. Ketika ruang hidupnya terganggu, mau tidak mau berimbas juga pada keberadaan hewan," ujarnya.
Selain kerusakan habitat, perburuan ilegal juga menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian. Kondisi tersebut semakin mempersempit peluang satwa endemik Jawa Barat untuk mempertahankan populasinya di alam.
Karena itu, Jefry mendorong peningkatan kepedulian masyarakat dan pemerintah terhadap keberadaan satwa endemik Jawa Barat. Salah satu langkah yang dinilai dapat dilakukan adalah mengenalkan Ekek Keling Sunda sebagai ikon atau maskot daerah.
Menurutnya, pengenalan burung tersebut secara lebih luas dapat membangun kesadaran masyarakat bahwa keberadaan satwa endemik memiliki keterkaitan erat dengan kelestarian lingkungan.
"Ini tentu bisa lebih luas berdampak pada situasi dan kondisi lingkungan, termasuk keberadaan hewan ini," katanya.
Upaya menjaga Ekek Keling Sunda, lanjutnya, pada akhirnya bukan semata-mata mempertahankan keberadaan satu spesies. Perlindungan terhadap habitat burung tersebut juga berarti menjaga hutan dan ekosistem yang menjadi ruang hidup berbagai jenis flora dan fauna di Jawa Barat.