RADARBANGSA.COM - Gelaran Muktamar ke-35 NU telah resmi dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (27/8). Usai resmi dibuka, agenda muktamar diawali dengan sidang pleno 1, Jumat (28/8) di Gedung Serba Guna, Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas.
Adapun agenda pembahasan pada sidang pleno pertama ini yang pengesahan dan penetapan jadwal dan tata tertib muktamar ke-35 NU. Sebagaimana pantauan redaksi Radarbangsa.com di lokasi, para peserta yang mendapatkan hak suara memenuhi kursi yang disiapkan panitia penyelenggara.
Berbagai usulan dan masukan dari para peserta sidang diterima oleh pimpinan sidang. Meskipun ada perdebatan, namun suasana sidang berjalan kondusif.
Salah satu usulan yang disampaikan yakni dari PWNU Papua Pegunungan. Ketua PWNU Papua Pegunungan, Abdul Qahar Yelipele menyampaikan warga NU di Papua antusias mengikuti Muktamar ke-35 NU.
"Kami warga NU Papua sangat bahagia dengan digelarnya muktamar NU ini. Kami sebagai bagian dari wilayah Indonesia meminta agar pemimpin PBNU ke depan datang dan hadir menyapa nahdliyyin di Papua," katanya.
Abdul Qahar mengaku bangga bisa mewakili nahdliyyin dari Papua Pegunungan untuk memberikan suara di Muktamar NU. Ia mengatakan, agenda muktamar harus benar-benar dijalankan dengan musyawarah.
"Saya bahagia bisa memberikan suara pada muktamar kali ini. Kami warga NU Papua meminta agar agenda muktamar berjalan lancar tidak ada konflik, karena tradisi NU itu musyawarah dan ke depan NU harus lebih baik," tukasnya.
Lebih lanjut, ia mengusulkan agar NU menjadi panutan bagi umat. Ia mengibaratkan NU seperti TV Nasional yang bisa dilihat oleh semua orang.
"NU itu saya sebut sebagai TV Nasional. Bisa dilihat semua orang dan menjadi panutan seluruh masyarakat Indonesia. Jangan sampai dikotori dengan politik yang tidak baik" tuturnya.