Tiga Destinasi Wonosobo Mulai Terapkan Pembayaran Tiket QRIS

Jum'at, 28 Agustus 2026 18:01 WIB
Wonosobo Uji Coba Tiket Wisata Digital dengan QRIS. (Foto: pemkab wonosobo)
Wonosobo Uji Coba Tiket Wisata Digital dengan QRIS. (Foto: pemkab wonosobo)

RADARBANGSA.COM - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo terus mendorong peningkatan pelayanan publik di sektor pariwisata melalui penerapan sistem pembayaran digital untuk retribusi tiket masuk objek wisata.

Upaya tersebut dibahas dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Pelayanan UPTD Pengelolaan Objek Wisata yang digelar di Bukit Telaga Menjer, Kamis (27/8/2026).

Forum tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan sekaligus mengevaluasi standar pelayanan. Digitalisasi pembayaran diharapkan mampu mendukung tata kelola pariwisata yang lebih cepat, inklusif, transparan, dan akuntabel.

Pada tahap awal, pembayaran tiket masuk menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) diuji coba di tiga objek wisata milik Pemerintah Kabupaten Wonosobo, yakni Gelanggang Renang Mangli, Taman Rekreasi Kalianget, dan Bukit Telaga Menjer.

Penerapan sistem pembayaran digital tersebut mendapat dukungan dari Bank Jateng, terutama dalam penyediaan dan pengelolaan sistem transaksi. Dengan mekanisme ini, wisatawan dapat melakukan pembayaran secara nontunai yang terintegrasi dengan sistem penerimaan daerah.

Kepala Disparbud Kabupaten Wonosobo Fahmi Hidayat mengatakan, digitalisasi pembayaran tiket merupakan bagian dari langkah pembenahan pelayanan sekaligus penguatan tata kelola penerimaan retribusi daerah.

“Kita ingin pelayanan pariwisata semakin mudah, cepat, dan transparan. Digitalisasi pembayaran tiket ini menjadi salah satu langkah konkret untuk mewujudkan hal tersebut. Untuk tahap awal, kita melakukan uji coba di tiga objek wisata yang dikelola pemerintah daerah,” ujar Fahmi.

Menurutnya, penerapan QRIS tidak hanya memberikan kemudahan bagi wisatawan dalam melakukan transaksi, tetapi juga membantu menciptakan sistem administrasi penerimaan yang lebih tertib dan transparan.

Setiap transaksi melalui QRIS akan tercatat secara digital dan penerimaannya masuk melalui mekanisme yang telah ditetapkan ke rekening Kas Daerah pada Bank Jateng. Dengan demikian, pengelolaan retribusi dapat dipantau secara lebih optimal dan akuntabel.

Fahmi menambahkan, keberhasilan program digitalisasi tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi. Kesiapan petugas serta pemahaman masyarakat dan wisatawan dalam menggunakan sistem pembayaran digital juga menjadi faktor penting.

“Teknologi adalah alat. Yang terpenting adalah bagaimana teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami akan terus melakukan evaluasi, baik dari sisi sistem, petugas, maupun respons wisatawan,” jelasnya.

Disparbud Wonosobo optimistis pembayaran retribusi wisata melalui QRIS dapat diterima masyarakat melalui proses adaptasi dan pembiasaan. Edukasi serta pendampingan akan terus dilakukan selama masa uji coba sebelum sistem tersebut dikembangkan ke objek wisata pemerintah daerah lainnya.

Selain membahas digitalisasi pembayaran, Forum Konsultasi Publik juga menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk memberikan masukan terkait standar pelayanan UPTD Pengelolaan Objek Wisata.

Fahmi menegaskan bahwa setiap masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan akan menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan pariwisata.

“Forum ini bukan sekadar formalitas. Kami ingin mendengar masukan agar kebijakan yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Prinsipnya, pelayanan harus semakin mudah bagi wisatawan dan pengelolaannya semakin baik bagi pemerintah daerah,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasubid Penerimaan dan Pengelolaan Pendapatan Daerah BPPKAD Kabupaten Wonosobo Widya Ningrum, Wakil Pimpinan Cabang Bank Jateng Cabang Wonosobo Fuad Adafi, serta Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Organisasi Setda Wonosobo Irawati Werdianingsih sebagai narasumber.

Forum juga melibatkan sejumlah unsur lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, organisasi dan asosiasi usaha pariwisata, perguruan tinggi, wartawan, Camat Garung dan Camat Kejajar, hingga Kapolsek Garung dan Kapolsek Kejajar.

Melalui uji coba di tiga objek wisata tersebut, Disparbud Wonosobo akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi untuk menyempurnakan sistem. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar pengembangan pembayaran tiket digital di objek wisata milik Pemerintah Kabupaten Wonosobo lainnya.

Digitalisasi pembayaran tiket wisata ini diharapkan menjadi langkah menuju pengelolaan destinasi yang lebih modern dan profesional, sekaligus memberikan kemudahan bagi wisatawan serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas penerimaan daerah.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri