Budaya Nusantara Bergema di Probolinggo SAE Carnival 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 08:01 WIB
Probolinggo SAE Carnival 2026, Pawai Budaya Semarakkan HUT RI. (Foto: nabiel ba)
Probolinggo SAE Carnival 2026, Pawai Budaya Semarakkan HUT RI. (Foto: nabiel ba)

RADARBANGSA.COM - Ribuan masyarakat memadati sepanjang jalur pawai budaya Probolinggo SAE Carnival 2026 di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus ajang memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara.

Mengusung tema “Merawat Warisan Budaya Lokal Menuju Probolinggo SAE”, pawai budaya ini mengambil titik start di sisi utara Alun-alun Kraksaan dan berakhir di kawasan selatan Masjid Darus Salam, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Pembukaan Probolinggo SAE Carnival 2026 ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Haris bersama jajaran Forkopimda dan Sekda Ugas. Suasana semakin semarak dengan penampilan Marching Band Pondok Pesantren Raudlatul Jannah dari Desa Klaseman, Kecamatan Gending.

Sebanyak 15 kontingen ikut ambil bagian dalam pawai budaya tersebut. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Kabupaten Probolinggo.

Setiap kontingen menampilkan konsep dan kreativitas berbeda, mulai dari pakaian adat, gambaran kehidupan masa kerajaan, profesi, kesenian daerah, hingga pesan edukasi tentang kesehatan.

Keberagaman konsep yang ditampilkan membuat jalannya pawai berlangsung meriah dan atraktif. Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya warga yang memenuhi sisi kanan dan kiri jalan untuk menyaksikan seluruh rombongan yang melintas hingga peserta terakhir.

Sejumlah kelompok tampil membawa identitas dan ciri khas masing-masing. Di antaranya kelompok Prabulinggih dari gabungan Sekretariat Daerah, BPPKAD, dan Dinas Kesehatan, kelompok Ronggojalu dari kecamatan wilayah barat, serta kelompok Warujinggo dari kecamatan wilayah tengah.

Selain itu, tampil pula kelompok Cindelaras dari Sekretariat DPRD, Kembang Genggong dari Bank Jatim Cabang Kraksaan, Dewi Rengganis dari RSUD Tongas, RS Wonolangan dan RS Graha Sehat, serta kelompok Joko Seger dan Roro Anteng dari sejumlah OPD.

Kontingen lainnya juga menghadirkan berbagai pertunjukan, seperti kelompok Sumber Kerang dari kecamatan wilayah timur, Lambang Kuning dari RSUD Waluyo Jati, RS Rizani dan RS Fatimah, Dewi Ratu Segoro dari sejumlah perangkat daerah, hingga kelompok Candi Jabung, Taman Sari, Joyolelono, Dewi Sekarsari, dan Wedding Paradise dari HARPI.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan, Probolinggo SAE Carnival 2026 tidak hanya menjadi pertunjukan hiburan, tetapi juga memiliki makna penting dalam menjaga identitas budaya dan memperkuat kebersamaan masyarakat.

“Ini bukan tentang kemewahan atau sesuatu yang harus dipamerkan secara berlebihan, tetapi tentang kebersamaan dan kemajemukan,” ujar Haris.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat luas dan harus terus diberikan ruang agar dapat dikenal serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Budaya memberi kita akar, tetapi kreativitas memberi kita sayap dan persatuan menentukan seberapa jauh kita dapat terbang,” jelasnya.

Bupati Haris menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Probolinggo membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dan partisipasi warga.

Ia berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan tersebut dapat terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat. Dengan begitu, kegiatan budaya tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan dan kepedulian terhadap daerah.

Probolinggo SAE Carnival 2026 menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kreativitas, budaya, dan partisipasi masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, keberagaman budaya Nusantara kembali dihadirkan sebagai bagian dari perjalanan menuju Probolinggo yang semakin SAE.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri