RADARBANGSA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat, mulai memperkuat modernisasi sektor pertanian dengan memanfaatkan teknologi pesawat nirawak atau drone pertanian. Satu unit drone bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) RI telah tiba di Pariaman dan akan digunakan untuk mempercepat tanam sekaligus mengendalikan hama tanaman secara lebih efektif.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Ismadi mengatakan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan Pemkot Pariaman setelah dilakukan audiensi antara wali kota dengan Menteri Pertanian.
"Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari usulan Pemkot Pariaman melalui audiensi wali kota dengan Menteri Pertanian," kata Ismadi di Pariaman, Sabtu (29/8/2026).
Sebelumnya, Pemkot Pariaman mengusulkan empat unit pesawat nirawak kepada Kementan. Masing-masing drone direncanakan untuk mendukung kegiatan pertanian di empat kecamatan yang ada di daerah tersebut.
Namun, untuk tahap awal, pemerintah pusat baru merealisasikan satu unit drone.
Ismadi mengatakan drone tersebut telah tiba di Pariaman. Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu kedatangan tim ahli dari pihak penyedia untuk memberikan pelatihan teknis kepada operator lokal yang telah ditunjuk.
Teknologi tersebut nantinya memiliki fungsi ganda dalam mendukung aktivitas pertanian. Selain digunakan untuk penyebaran benih dengan metode Tabur Benih Langsung (Tabela), drone juga dapat dimanfaatkan untuk penyemprotan pestisida dalam pengendalian hama tanaman.
Pemkot Pariaman menargetkan penggunaan teknologi tersebut mampu memperluas penerapan metode Tabela hingga area persawahan seluas 178 hektare.
Menurut Ismadi, pemanfaatan drone diharapkan membuat proses pertanian menjadi lebih efisien. Teknologi tersebut diproyeksikan mampu menghemat waktu, tenaga kerja, dan biaya operasional petani, terutama ketika diterapkan pada lahan dalam satu hamparan.
"Berdasarkan laporan tersebut kami carikan pestisida yang pas untuk mengendalikan hama tersebut," katanya.
Dalam skema operasionalnya, pengelolaan drone akan berada di bawah organisasi perangkat daerah terkait. Pengoperasiannya dilakukan secara dinamis berdasarkan hasil identifikasi kondisi lapangan serta laporan rutin dari petugas pengamat hama tanaman.
Dengan pola tersebut, penggunaan drone tidak hanya diarahkan untuk mempercepat pekerjaan petani, tetapi juga mendukung pengendalian hama secara lebih tepat sasaran.
Ismadi menyebut salah satu hama yang menjadi perhatian adalah wereng. Modernisasi pertanian melalui pemanfaatan drone diharapkan mampu memberikan perlindungan lebih cepat terhadap tanaman sekaligus mendongkrak produktivitas padi di Kota Pariaman.
Saat ini, produktivitas padi Pariaman rata-rata berada pada kisaran 5,6 hingga 6,2 ton per hektare, dengan total produksi tahunan sekitar 22.000 hingga 24.000 ton gabah kering.
Menurut dia, serangan hama menjadi salah satu faktor yang memengaruhi produktivitas gabah kering di daerah tersebut. Karena itu, pemanfaatan teknologi pesawat nirawak diharapkan menjadi salah satu solusi untuk menekan dampak serangan hama sekaligus meningkatkan produksi padi.
Penggunaan drone pertanian tersebut menjadi langkah awal Pemkot Pariaman dalam mendorong pertanian yang lebih modern, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.