RADARBANGSA.COM - Sidang Pleno Muktamar ke-35 NU telah menyelesaikan pemilihan calon anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yang dipilih melalui penjaringan dari peserta muktamar. Penghitungan suara hasil penjaringan calon anggota AHWA digelar di GSG Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Minggu (30/8) malam.
Hasil penghitungan suara, sebanyak sembilan kiai NU terpilih menjadi anggota AHWA. Adapun AHWA terpilih antara lain:
1. KH. Nurul Huda Djazuli (Pengasuh Ponpes Al Falah, Ploso, Kediri) - 485 suara
2. TGK KH Nuruzzahri Yahya (Rais Syuriah PWNU Aceh) - 477 suara
3. Dr KH Baharuddin HS, MA. (Rais Syuriah PWNU Sulsel) - 392 suara.
4. KH Miftachul Akhyar (Rais Aam Syuriah PBNU) - 350 suara.
5. KH Afifuddin Muhajir (Wakil Rais Aam PBNU) - 339 suara.
6. KH Anwar Iskandar (Ketua Umum MUI) - 326 suara
7. KH Anwar Manshur (Rais Syuriah PWNU Jawa Timur) - 303 suara
8. Prof Dr KH Said Aqil Siraj (Mantan Ketua Umum PBNU 2010-2021) - 273 suara
9. Dr K H Abun Bunyamin, MA (Rais Syuriah PWNU Jawa Barat) - 268 suara.
Sembilan AHWA tersebut langsung ditetapkan oleh peserta muktamar dan malam ini menggelar musyawarah untuk memilih Rais Aam di Ndalem Kasepuhan Ponpes Tambakberas. Setelah AHWA menetapkan Rais Aam, sidang pleno dilanjutkan pemilihan ketua umum PBNU periode 2026-2031.
Sementara, pantauan redaksi Radarbangsa.com di lokasi, penjaringan calon ketua umum PBNU periode mendatang masih berjalan.