RADARBANGSA.COM - Sembilan kiai sepuh yang terpilih menjadi anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) menggelar musyawarah untuk memilih Rais Aam PBNU periode 2026-2031. Setelah musyawarah selama sekira 1 jam, AHWA secara musyawarah mufakat menunjuk KH Miftachul Akhyar kembali menjabat Rais Aam PBNU.
Suasana pemilihan berlangsung dengan penuh adab dan khidmat. Musyawarah berjalan dalam suasana kekeluargaan, dengan mengedepankan sikap saling menghormati dan menghargai pandangan antaranggota AHWA.
Penetapan Rais Aam melalui mekanisme tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam Muktamar NU ke-35. Setelah ditetapkan, Rais Aam terpilih diharapkan dapat menjalankan amanah kepemimpinan Syuriah sekaligus memberikan arahan bagi perjalanan jam’iyyah NU selama periode kepengurusan 2026–2031.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, diharapkan Nahdlatul Ulama terus memperkuat peran dan khidmahnya di tengah masyarakat, serta hadir menjawab berbagai kebutuhan umat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.