Unusa Tekankan Pentingnya Soft Skill dan Karakter bagi Mahasiswa Baru

Senin, 31 Agustus 2026 22:01 WIB
PKKMB Unusa, Mahasiswa Baru Didorong Asah Skill dan Karakter. (Foto: lentera today)
PKKMB Unusa, Mahasiswa Baru Didorong Asah Skill dan Karakter. (Foto: lentera today)

RADARBANGSA.COM - Memasuki jenjang perguruan tinggi, mahasiswa dituntut tidak hanya mengejar prestasi akademik dan gelar, tetapi juga membangun kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, berpikir kritis, serta penyelesaian masalah sebagai bekal menghadapi dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.

Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Prof. Tri Yogi Yuwono, saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unusa 2026 di Kampus B Unusa, Senin (31/8/2026).

Mengusung tema “Level Up Our Future” dan “Gear Up for Impact”, PKKMB tahun ini tidak sekadar menjadi ajang pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga momentum untuk menanamkan pentingnya pengembangan kompetensi dan pembentukan karakter mahasiswa.

Prof. Tri Yogi mengatakan, perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa harus diikuti dengan peningkatan pola pikir, kedewasaan, dan tanggung jawab.

“Mulai hari ini, status kalian bukan lagi siswa, tetapi mahasiswa. Ada kata ‘maha’ di depan nama kalian, yang artinya cara berpikir, tanggung jawab, dan kedewasaan kalian harus naik kelas,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan tidak hanya bergantung pada kecerdasan akademik. Kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, dan daya juang juga menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan selama menempuh pendidikan.

Menurutnya, mahasiswa dengan kemampuan akademik yang baik tetap membutuhkan kedisiplinan dan kemauan untuk bekerja keras. Sebaliknya, mahasiswa yang tekun, disiplin, dan pantang menyerah memiliki peluang lebih besar untuk berkembang serta menyelesaikan studinya dengan baik.

Di tengah dunia kerja yang semakin dinamis, Prof. Tri Yogi mendorong mahasiswa untuk memperluas kompetensi di luar kemampuan akademik. Kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, berpikir kritis, dan problem solving dinilai penting agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan.

Karena itu, mahasiswa diminta aktif memanfaatkan berbagai kegiatan di luar perkuliahan, seperti organisasi mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), pengabdian kepada masyarakat, hingga proyek inovasi.

“Soft skill seperti kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, berpikir kritis, dan kemampuan menyelesaikan masalah tidak akan kalian dapatkan jika hanya duduk diam mendengarkan dosen di dalam kelas,” katanya.

Ia menilai pengalaman berorganisasi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar bekerja sama, mengambil keputusan, menyelesaikan konflik, sekaligus mengasah kemampuan memimpin.

Selain kompetensi akademik dan keterampilan, Prof. Tri Yogi menekankan pentingnya karakter dan adab. Menurutnya, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas serta kepedulian terhadap sesama.

“Di kampus Unusa, kalian tidak hanya dicetak untuk menjadi orang pintar, tetapi ditempa untuk menjadi orang baik,” tegasnya.

Ia memperkenalkan enam nilai karakter yang diharapkan menjadi pegangan mahasiswa Unusa, yakni integritas, adab, sopan santun, empati, solidaritas, dan menghormati sesama.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari karakter Rahmatan lil `Alamin yang ingin ditanamkan Unusa. Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan potensi diri sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

“Kepintaran kalian tidak akan ada gunanya jika kalian miskin adab. IPK 4,00 kalian akan menjadi lembaran kertas tidak berharga jika kalian kehilangan rasa hormat pada kemanusiaan,” ujarnya.

Prof. Tri Yogi menjelaskan, tema “Level Up Our Future” dan “Gear Up for Impact” memiliki pesan yang saling berkaitan. Level up menjadi ajakan bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas diri, baik dalam bidang akademik, keterampilan maupun karakter.

Sementara gear up dimaknai sebagai dorongan agar seluruh bekal tersebut dipersiapkan untuk menghasilkan dampak positif bagi masyarakat.

Dengan demikian, keberhasilan mahasiswa tidak berhenti pada pencapaian pribadi. Kompetensi yang diperoleh selama berada di bangku kuliah diharapkan dapat menjadi bekal untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Karakter Rahmatan lil `Alamin inilah bekal terpenting kalian agar kehadiran kalian di tengah masyarakat benar-benar membawa dampak kedamaian dan solusi, bukan justru menjadi beban,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tri Yogi juga mengingatkan mahasiswa baru untuk menghargai perjuangan orang tua yang telah memberikan dukungan hingga mereka dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Menurutnya, salah satu bentuk penghargaan kepada orang tua adalah menjalani masa kuliah dengan sungguh-sungguh dan membangun kebiasaan positif sejak semester pertama.

Mahasiswa didorong untuk disiplin belajar, aktif mencari pengalaman, mengembangkan kompetensi, mengikuti kegiatan kemahasiswaan, serta tetap menjaga karakter dan adab selama menjalani pendidikan.

“Jangan pernah sia-siakan air mata dan keringat orang tua kalian,” pesannya.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri