Gus Kikin Disambut Ribuan Santri Tebuireng Usai Terpilih Jadi Ketum PBNU

Selasa, 01 September 2026 08:01 WIB
Gus Kikin Pulang ke Tebuireng, Ribuan Santri Gelar Sambutan Haru. (Foto: ig @tebuireng.online)
Gus Kikin Pulang ke Tebuireng, Ribuan Santri Gelar Sambutan Haru. (Foto: ig @tebuireng.online)

RADARBANGSA.COM - Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, saat ribuan santri menyambut kedatangan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Senin (31/8/2026).

Lantunan selawat Thola’al Badru ‘Alaina menggema ketika Gus Kikin memasuki gerbang pesantren. Sosok yang selama ini dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu disambut dengan kibaran bendera, lantunan selawat, serta antusiasme para santri yang memenuhi sepanjang jalan menuju ndalem kasepuhan.

Kepulangan Gus Kikin kali ini terasa berbeda. Ia kembali ke Tebuireng setelah menerima amanah baru sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.

Ribuan santri berdiri berjajar membawa bendera merah putih dan bendera hijau Nahdlatul Ulama. Mereka juga melantunkan Ya Lal Wathan, selawat, serta menyaksikan penampilan tim hadrah pesantren sebagai bentuk penghormatan dan rasa bangga terhadap sosok yang selama ini membimbing mereka.

Bagi keluarga besar Tebuireng, terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi pesantren yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan Nahdlatul Ulama.

“Sangat senang karena pengasuhnya sendiri. Rasa di hati ikut bahagia dan bangga karena pengasuh Tebuireng dipercaya menjadi Ketua Umum PBNU,” ujar Munarwan, salah seorang santri asal Magetan.

Menurutnya, hampir seluruh santri ikut dalam penyambutan tersebut sebagai bentuk dukungan kepada Gus Kikin yang mendapat amanah memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Para santri juga menyampaikan doa agar Gus Kikin mampu menjalankan tugas dengan baik serta membawa PBNU semakin berkembang di masa mendatang.

Ziarah ke Makam Pendiri NU

Usai penyambutan dari para santri, Gus Kikin melanjutkan kegiatan dengan berziarah ke kompleks makam keluarga besar Pondok Pesantren Tebuireng.

Dengan membawa tongkat peninggalan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, Gus Kikin menuju makam pendiri Nahdlatul Ulama tersebut. Ia didampingi KH Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan dalam prosesi ziarah dan tabur bunga.

Selain makam KH Hasyim Asy’ari, Gus Kikin juga berziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) serta keluarga besar Tebuireng yang dimakamkan di kompleks tersebut.

Bagi Gus Kikin, ziarah tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat bahwa amanah kepemimpinan yang kini diembannya memiliki hubungan erat dengan perjuangan para ulama terdahulu.

Ia menyampaikan rasa syukur atas sambutan yang diberikan para santri.

Menurutnya, terpilih sebagai Ketua Umum PBNU merupakan hasil dari proses panjang dalam Muktamar ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas Jombang, 27-31 Agustus 2026.

“Dari proses yang panjang selama beberapa hari itu, kemudian saya diamanahi untuk menjadi Ketua Umum PBNU,” kata Gus Kikin.

Meski merasa bersyukur, ia menyadari jabatan tersebut membawa tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.

“Saya ada rasa senang, tetapi juga ada rasa beban, karena ini merupakan amanah yang cukup serius dan memiliki tanggung jawab besar,” ungkapnya.

Pesan Gus Kikin untuk Santri Tebuireng

Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin mengajak para santri untuk terus mendalami ilmu yang diwariskan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Menurutnya, Pondok Pesantren Tebuireng bukan hanya tempat belajar, tetapi juga pusat warisan keilmuan yang memiliki pengaruh besar bagi masyarakat dan bangsa.

“Di Pondok Tebuireng inilah kita belajar ilmu-ilmu yang dulu diajarkan oleh Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari. Ilmu-ilmu beliau sangat mendalam dan sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Ia berpesan agar para santri tidak hanya memahami ilmu secara teori, tetapi juga meneladani nilai perjuangan dan akhlak yang diwariskan para ulama.

“Belajarlah dan ambillah pelajaran dari apa yang telah ditinggalkan Hadratussyaikh. Belajar di pondok untuk memahami ilmu-ilmu yang diwariskan, terutama ilmu yang diajarkan oleh beliau,” pesan Gus Kikin.

Ia menegaskan, keilmuan yang diwariskan KH Hasyim Asy’ari memiliki sanad yang bersambung hingga Rasulullah Muhammad SAW dan menjadi bekal penting bagi generasi penerus.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri