Legislator PKB Sudjatmiko Dorong BMKG Jadi Basis Kebijakan Keselamatan Transportasi dan Mitigasi Bencana

Selasa, 01 September 2026 14:01 WIB
Sudjatmiko (Anggota Komisi V DPR RI FPKB). (Foto: istimewa)
Sudjatmiko (Anggota Komisi V DPR RI FPKB). (Foto: istimewa)

RADARBANGSA.COM - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sudjatmiko, mendorong agar informasi dan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tidak berhenti sebagai data, tetapi menjadi dasar pengambilan kebijakan untuk melindungi masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat mengikuti kunjungan spesifik Komisi V DPR RI ke Stasiun BMKG Juanda, Surabaya, Jumat (28/8). Dalam kunjungan tersebut, Komisi V mengevaluasi kesiapan BMKG sekaligus membahas sejumlah persoalan keselamatan transportasi dan mitigasi menghadapi cuaca ekstrem serta perubahan iklim.

Sudjatmiko mengatakan, kemampuan BMKG dalam menyediakan informasi cuaca, iklim, dan peringatan dini semakin penting di tengah meningkatnya risiko cuaca ekstrem. Karena itu, informasi yang dihasilkan BMKG harus terhubung dengan keputusan pemerintah di lapangan.

“Informasi cuaca dan peringatan dini jangan berhenti sebagai data. Informasi tersebut harus menjadi dasar pengambilan keputusan, terutama ketika menyangkut keselamatan masyarakat dan pengguna transportasi,” ujar Sudjatmiko.

Lebih lanjut, Komisi V dalam kunjungan tersebut juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan teknologi dan kapasitas BMKG, termasuk pengakuan internasional melalui penghargaan World Meteorological Organization (WMO) pada 2020.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah potensi angin kencang di kawasan Jembatan Suramadu. Kondisi tersebut dinilai dapat membahayakan kendaraan apabila tidak diikuti langkah antisipasi yang cepat.

Karena itu, Sudjatmiko mendorong adanya protokol yang jelas antara BMKG, pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengatur lalu lintas ketika kondisi angin sudah berada pada tingkat yang membahayakan.

“Kalau BMKG sudah memberikan peringatan bahwa kondisi cuaca membahayakan, harus ada protokol yang jelas. Jangan sampai informasi sudah tersedia, tetapi pengguna jalan tetap masuk ke kawasan yang berisiko,” tuturnya.



Reporter : Neli Elislah
Redaktur : M. Isa