Pemprov Jabar Revitalisasi 22 Hektare Kebun Teh di Ciater dan Pangalengan

Selasa, 01 September 2026 18:01 WIB
Proses revitalisasi kebun teh di Ciater, Kabupaten Subang, oleh Pemprov Jabar. (Foto: Pemprov Jabar)
Proses revitalisasi kebun teh di Ciater, Kabupaten Subang, oleh Pemprov Jabar. (Foto: Pemprov Jabar)

RADARBANGSA.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mengembalikan fungsi perkebunan teh yang sebelumnya beralih fungsi. Hingga saat ini, Pemprov Jabar telah merevitalisasi 22 hektare kebun teh di kawasan Ciater, Kabupaten Subang, dan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Revitalisasi dilakukan terhadap lahan yang sebelumnya berubah menjadi bangunan liar di Ciater serta kebun sayuran di Pangalengan. Langkah tersebut diarahkan untuk mengembalikan fungsi kawasan dari sisi estetika, ekonomi, dan lingkungan.

Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Gandjar Yudniarsa mengatakan revitalisasi dilakukan mengikuti arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan melibatkan masyarakat sekitar kebun, termasuk pensiunan karyawan PTPN.

"Total pekerja dalam revitalisasi kebun teh sebanyak 96 orang," kata Gandjar di Bandung, Senin (31/8/2026).

Gandjar menjelaskan, revitalisasi kebun teh di Ciater dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Desa Ciater, Desa Cisaat, dan Desa Tambakan.

Di Desa Ciater, lahan yang telah direvitalisasi mencapai 2 hektare dengan penanaman sebanyak 15.200 pohon teh. Kemudian di Desa Cisaat, revitalisasi dilakukan pada lahan seluas 3 hektare dengan menanam 25.000 pohon teh.

Sementara itu, di Desa Tambakan, revitalisasi dilakukan pada lahan seluas 1 hektare dengan penanaman 10.000 pohon teh.

Dengan demikian, total lahan yang direvitalisasi di tiga desa tersebut mencapai 6 hektare, dengan jumlah tanaman teh yang telah ditanam sebanyak 50.200 pohon.

"Adapun perkebunan teh yang direvitalisasi di Pangalengan lebih luas lagi mencapai 16 hektare. Jumlah pohon teh telah ditanam mencapai 198.000 pohon," kata Gandjar.

Menurut Gandjar, program revitalisasi tidak hanya ditujukan untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi perkebunan. Pengembalian fungsi lahan teh juga diharapkan memperbaiki estetika kawasan sekaligus menjadi bagian dari upaya mencegah potensi bencana alam.

"Selain untuk aspek perekonomian, dan estetika kawasan, potensi bencana alam juga dapat dicegah di kawasan tersebut," ujarnya.

Program revitalisasi kebun teh tersebut akan terus dilanjutkan hingga mencapai target yang ditetapkan, yakni 12 hektare di Ciater, Kabupaten Subang, dan 24 hektare di Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Penanaman perdana teh di Ciater telah dimulai sejak November 2025, sedangkan revitalisasi di Pangalengan dimulai pada Desember 2025.

Dengan program tersebut, Pemprov Jabar berharap kawasan perkebunan teh yang sempat mengalami perubahan fungsi dapat kembali menjadi ruang produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.



Reporter : Abdul Rahman Wahid
Redaktur : Rahmad Novandri