RADARBANGSA.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp3,2 miliar untuk memperkuat sarana dan produktivitas pertanian di wilayahnya. Bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta dukungan Pemerintah Pusat melalui anggaran non-APBD.
Penyaluran bantuan dilakukan dalam kegiatan Pertanian Komunal Bersama Milenial dan Penyaluran Bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto di Pujasera Desa Pugeran, Kecamatan Gondang, Selasa (19/8/2026).
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa kepada perwakilan kelompok tani.
Bupati yang akrab disapa Gus Bupati itu berharap bantuan yang diterima 18 kelompok tani dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga petani.
“Kita berharap bantuan yang diberikan kepada 18 kelompok tani digunakan dengan baik dan didampingi penyuluh pertanian. Dengan begitu, bantuan ini dapat meningkatkan dan memberikan tambahan nilai ekonomi bagi keluarga,” ujarnya.
Selain meningkatkan hasil pertanian dan peternakan, bantuan tersebut juga diarahkan untuk mendorong regenerasi petani dengan menarik minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
Gus Bupati menilai modernisasi peralatan pertanian dapat membuat sektor tersebut semakin menarik bagi anak muda. Penggunaan teknologi juga dinilai mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen.
“Anak-anak sekarang tampak enggan menjadi petani. Padahal petani itu keren. Kita tidak bisa makan kalau tidak ada petani. Dengan modernisasi alat pertanian, biaya produksi bisa lebih rendah dan hasilnya lebih banyak,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pengembangan sektor industri dan pertanian di Kabupaten Mojokerto harus dapat berjalan beriringan. Menurutnya, keberadaan industri penting untuk membuka lapangan pekerjaan, sementara lahan pangan tetap harus dilindungi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Industri menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan membutuhkan banyak tenaga kerja. Karena itu harus kita fasilitasi. Lahan pangan tetap kita jaga, sementara lahan investasi juga kita fasilitasi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono menjelaskan, bantuan yang bersumber dari APBD diberikan kepada sejumlah kelompok tani dalam berbagai bentuk.
Bantuan tersebut meliputi pelatihan petani milenial untuk sembilan kelompok tani senilai Rp50 juta, bantuan ternak ayam beserta pakan dan kandang untuk sembilan kelompok tani senilai Rp950 juta, serta bantuan ternak itik dan pakan untuk satu kelompok tani senilai Rp40 juta.
Adapun bantuan non-APBD terdiri atas dua unit combine harvester dengan total nilai Rp1,18 miliar, satu unit traktor roda empat senilai Rp520 juta, serta rehabilitasi lima jaringan irigasi tersier dengan nilai Rp500 juta.
Ludfi berharap berbagai bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok tani sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, serta kesejahteraan petani di Kabupaten Mojokerto.