RADARBANGSA.COM – Transformasi digital pemerintahan tidak selalu harus lahir dari pusat. Dari Gampong Mulia, Kota Banda Aceh, talenta digital lokal berhasil menghadirkan solusi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat melalui Sistem Informasi Pemerintahan Gampong Mulia (SIPGAM).
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria mengatakan, SIPGAM menjadi contoh nyata bahwa talenta digital di daerah memiliki kemampuan untuk menciptakan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“SIPGAM ini dibuat oleh talenta digital lokal Gampong Mulia sendiri. Itu salah satu contoh bagaimana talenta digital yang ada kalau kita didik dan kita kembangkan, dia bisa memberikan kontribusi yang nyata dalam memberikan solusi-solusi digital untuk daerahnya masing-masing,” kata Nezar dalam rilisnya, Kamis (3/9/2026).
Sebagai informasi, SIPGAM menghimpun berbagai informasi warga dalam satu sistem terpadu untuk mendukung pelayanan pemerintahan. Sistem tersebut antara lain menyediakan layanan administrasi kependudukan, manajemen persuratan digital yang dilengkapi fitur tanda tangan elektronik tersertifikasi, hingga pelaporan kondisi kedaruratan warga.
Layanan SIPGAM juga dapat diakses masyarakat melalui website maupun aplikasi smartphone. Kehadiran sistem tersebut membuat berbagai data dan kebutuhan pelayanan warga dapat dikelola secara lebih terintegrasi.
“Ada banyak fitur di sana dan yang paling penting adalah fitur layanan pemerintahan, misalnya untuk surat-menyurat dan pendataan, kita bisa lihat kondisi kesehatan warga, penyakit apa yang paling banyak diderita oleh warga, berapa jumlah kepala keluarga yang ada, jumlah bangunan, dan lain-lain. Semua data-data itu dihimpun dalam satu sistem informasi yang terpadu,” jelas Wamen Nezar.
Menurut Nezar, keberhasilan SIPGAM menunjukkan pentingnya pengembangan talenta digital di daerah. Karena itu, Kementerian Komdigi bekerja sama dengan Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mendirikan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) sebagai wadah pengembangan kemampuan digital generasi muda di Banda Aceh.
“Kita tingkatkan kemampuan mereka, kita buka akses mereka kepada jejaring industri-industri teknologi, dan ada pembinaan untuk startup-startup yang sedang bertumbuh sehingga kita bisa membentuk suatu ekosistem digital yang ada di kota dan kita harapkan ekosistem yang terbentuk ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi digital juga nantinya,” tandasnya.
Keberadaan SIPGAM sekaligus menjadi gambaran bahwa digitalisasi pemerintahan di tingkat paling dekat dengan masyarakat dapat berkembang dari inovasi lokal. Dengan dukungan pengembangan talenta dan ekosistem digital yang kuat, inovasi serupa diharapkan dapat tumbuh di berbagai daerah dan menjadi penggerak ekonomi digital berbasis potensi lokal.