Gubernur Khofifah Dorong Pelayanan Publik Utamakan Kepuasan Pelanggan

Sabtu, 05 September 2026 08:01 WIB
Gubernur Khofifah saat melihat produk salah satu pelaku UMKM Jatim. (Foto: humas jatim)
Gubernur Khofifah saat melihat produk salah satu pelaku UMKM Jatim. (Foto: humas jatim)

RADARBANGSA.COM - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong pelaku usaha dan penyelenggara layanan untuk menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai prioritas utama.

Pesan tersebut disampaikan dalam momentum Hari Pelanggan Nasional 2026 yang mengusung tema “Senyum Pelanggan, Senyumku Juga” dan kampanye #ThinkCustomer.

Khofifah menilai kepuasan pelanggan merupakan salah satu kunci dalam membangun dan menjaga kepercayaan. Karena itu, pelayanan harus diberikan secara cepat, ramah, transparan, sekaligus mampu memberikan kepastian kepada masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan selamat Hari Pelanggan Nasional 2026. Pelanggan bukan sekadar penerima produk atau layanan, tetapi mitra yang harus didengar, dihargai, dilindungi, dan dilayani sepenuh hati,” ujar Khofifah di Surabaya, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, penyedia layanan perlu menempatkan diri dari perspektif pelanggan dalam setiap proses pelayanan. Keluhan maupun masukan yang disampaikan pelanggan, kata dia, harus menjadi bahan evaluasi untuk terus memperbaiki kualitas layanan.

“Berorientasi kepada pelanggan berarti bersedia mendengar, memahami kebutuhan, merespons keluhan, dan terus berinovasi. Masukan pelanggan jangan dipandang sebagai beban, tetapi sebagai bahan penting untuk meningkatkan kualitas,” tegasnya.

Khofifah menambahkan, perkembangan teknologi digital membuat masyarakat semakin kritis sekaligus memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan produk maupun layanan. Kondisi tersebut menuntut penyedia layanan tidak hanya bekerja cepat, tetapi juga memastikan akurasi, keamanan, transparansi, serta perlindungan terhadap hak konsumen.

“Pelayanan publik dan pelayanan usaha memiliki satu kesamaan, yaitu kepercayaan. Karena itu, setiap petugas pelayanan harus hadir dengan kompetensi, keramahan, dan empati,” tuturnya.

Ia mengatakan tingkat keberdayaan konsumen di Jawa Timur menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Indeks Keberdayaan Konsumen Jawa Timur tercatat meningkat dari 55,40 pada 2022 menjadi 66,34 pada 2025.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kemampuan konsumen dalam memahami hak dan kewajibannya serta menentukan pilihan terhadap barang maupun jasa yang digunakan.

Kondisi ini diharapkan dapat terus mendorong terciptanya ekosistem pelayanan dan dunia usaha yang semakin berkualitas serta berorientasi pada kepuasan pelanggan.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri