Usai 237 Siswa dan Guru Mengeluh Mual hingga Pusing, SPPG Palupuh Disetop

Sabtu, 05 September 2026 12:01 WIB
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. (Foto: Pemprov Sumbar)
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. (Foto: Pemprov Sumbar)

RADARBANGSA.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Langkah tersebut diambil setelah 237 siswa dan guru mengeluhkan gangguan kesehatan usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan penghentian operasional dilakukan sebagai langkah kehati-hatian sembari menunggu hasil pemeriksaan terhadap makanan yang diduga berkaitan dengan keluhan kesehatan tersebut.

"Demi keamanan, operasional dapur SPPG kita hentikan sementara. Amankan dan periksa seluruh prosesnya, termasuk sampel makanan. Setelah hasil pemeriksaan keluar dan dipastikan tidak ada pelanggaran atau persoalan yang membahayakan, baru operasional dapat dilanjutkan," kata Mahyeldi di Padang, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, penghentian sementara memberikan ruang bagi instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan dan investigasi secara menyeluruh. Pemeriksaan dilakukan antara lain oleh Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), bersama pihak terkait lainnya.

Mahyeldi menegaskan kejadian tersebut harus menjadi evaluasi serius bagi seluruh pengelola dapur MBG di Sumatera Barat. Program pemenuhan gizi bagi anak-anak, kata dia, harus berjalan seiring dengan jaminan keamanan pangan.

"Ini menjadi evaluasi serius bagi seluruh pengelola dapur MBG. Jangan sampai program yang bertujuan mulia untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak justru menimbulkan persoalan kesehatan. Keamanan dan kualitas makanan harus menjadi prioritas utama," ucapnya.

Ia juga meminta seluruh pengelola dapur SPPG meningkatkan pengawasan, mulai dari kebersihan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Berdasarkan informasi dari Puskesmas Palupuh dan Puskesmas Pembantu (Pustu), sebanyak 237 siswa dan guru dilaporkan mengalami keluhan berupa mual, sakit perut, dan pusing setelah mengonsumsi menu MBG.

Sebagian korban sempat mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Namun, berdasarkan informasi terakhir, seluruh siswa dan guru yang sebelumnya menjalani perawatan telah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

Sementara itu, Kepala SPPG Palupuh Wahyu Saputra mengatakan menu MBG yang dibagikan kepada para siswa terdiri atas telur puyuh serta sayuran berupa timun, tomat, dan selada.

Wahyu mengatakan tidak ada laporan keluhan kesehatan saat makanan tersebut dibagikan. Pihak SPPG baru mengetahui adanya keluhan dari para siswa pada hari berikutnya.

"Kami juga terkejut dengan kejadian ini. Saat pembagian MBG tidak ada laporan terkait keluhan atau dugaan keracunan. Kami sekarang berkoordinasi dengan pihak terkait dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan," ujarnya.

Koordinator Wilayah Program MBG Kabupaten Agam Aryo mengatakan pihaknya masih mengumpulkan data dan informasi dari berbagai pihak untuk memastikan kronologi sekaligus penyebab kejadian.

Koordinasi juga dilakukan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) terkait.

Pemprov Sumbar kini terus memantau kondisi para siswa dan guru yang sebelumnya mengalami keluhan kesehatan. Hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan apakah operasional dapur SPPG Palupuh dapat kembali dilanjutkan atau diperlukan langkah lanjutan.

Penghentian sementara ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perluasan program MBG harus dibarengi pengawasan ketat terhadap keamanan pangan, agar tujuan pemenuhan gizi tidak berujung pada persoalan kesehatan bagi penerima manfaat.



Reporter : Abdul Rahman Wahid
Redaktur : Rahmad Novandri