RADARBANGSA.COM - Sebanyak 66 penerbangan di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, mengalami pembatalan pada Senin (7/9/2026).
Pembatalan tersebut merupakan dampak berantai aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang memengaruhi operasional sejumlah bandara.
General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir mengatakan, berdasarkan data hingga pukul 17.30 WIB, pembatalan terdiri atas 30 penerbangan kedatangan dan 36 penerbangan keberangkatan.
“Dari data pukul 17.30 WIB, pembatalan tersebut terdiri atas 30 penerbangan kedatangan dan 36 penerbangan keberangkatan,” ujar Tohir dalam keterangannya, Senin.
Menurut Tohir, pembatalan terjadi akibat terganggunya konektivitas dan rotasi penerbangan setelah sejumlah bandara ditutup. Bandara yang terdampak antara lain Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung Selatan, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung.
Kondisi tersebut turut berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda. Pihak bandara terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan maskapai dan pemangku kepentingan terkait.
Untuk membantu penumpang yang terdampak pembatalan, Bandara Juanda mengaktifkan layanan pemulihan dengan menyediakan makanan ringan dan minuman.
Selain itu, personel Airport Security, Terminal Inspector, dan Customer Service disiagakan untuk memberikan informasi, mengarahkan penumpang, serta memastikan kebutuhan pengguna jasa tetap terpenuhi selama berada di terminal.
Tohir mengimbau calon penumpang untuk memantau perubahan jadwal dan status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing. Penumpang juga diminta mengikuti informasi serta arahan petugas selama berada di area bandara.
Ia menambahkan, Bandara Internasional Juanda tetap beroperasi selama 24 jam dan disiapkan sebagai salah satu bandara alternatif untuk mendukung konektivitas penerbangan di tengah penyesuaian operasional sejumlah bandara.
“Kami berkomitmen mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa serta memastikan pelayanan tetap optimal selama berlangsungnya penyesuaian operasional penerbangan,” tegas Tohir.