RADARBANGSA.COM - Momentum Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo menjadi sarana memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam mendorong pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Kota Probolinggo, Kecamatan Kanigaran, Senin (7/9/2026), turut dihadiri sejumlah mantan pimpinan DPRD dari berbagai periode, di antaranya 1999-2004, 2004-2009, dan 2014-2019, serta sejumlah unsur masyarakat.
Ketua DPRD Kota Probolinggo, Dwi Laksmi Syntha Kusumawardhani, menilai peringatan hari jadi tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga momentum untuk mengenang jasa dan pengabdian para pemimpin terdahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan Kota Probolinggo.
Ia juga mengapresiasi berbagai program pembangunan yang terus dijalankan Pemerintah Kota Probolinggo. Menurutnya, keberhasilan pembangunan membutuhkan sinergi dan komunikasi yang kuat antara lembaga legislatif dan eksekutif.
“Legislatif merupakan mitra strategis eksekutif yang memiliki fungsi pengawasan sekaligus mendukung berbagai kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Dwi Laksmi.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Aminuddin memaparkan sejumlah capaian pembangunan strategis pemerintah daerah, terutama di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga transformasi digital.
Melalui visi city branding “Probolinggo Bersolek”, Pemkot Probolinggo terus mendorong kemandirian pangan, peningkatan indeks pembangunan manusia, serta perluasan akses pendidikan. Salah satunya melalui pemberian beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Di bidang pelayanan publik, pemerintah daerah juga mendorong percepatan transformasi digital dengan mewujudkan zero blank internet. Upaya meningkatkan keamanan lingkungan dilakukan melalui pemasangan ratusan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah lokasi yang dinilai rawan.
“Fokus pembangunan ini melibatkan kolaborasi pentahelix antara pemerintah, legislatif dan seluruh lapisan masyarakat demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” kata Aminuddin.
Selain itu, Pemkot Probolinggo terus mengembangkan sektor pariwisata dan UMKM. Berbagai agenda tahunan digelar untuk memperkuat daya tarik daerah, membuka peluang investasi, sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.
Aminuddin optimistis sinergi antara pemerintah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat dapat membawa Kota Probolinggo menjadi daerah yang semakin aman, mandiri, dan sejahtera.
Sementara itu Mantan Pimpinan DPRD Kota Probolinggo periode 2004-2009, Drs. As’ad Anshari, M.Si., mengatakan Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo harus dimaknai secara lebih mendalam oleh seluruh unsur pemerintahan, baik legislatif maupun eksekutif.
Menurutnya, peringatan hari jadi bukan hanya untuk mengenang perjalanan sejarah Kota Probolinggo, tetapi juga menjadi momentum melakukan evaluasi terhadap capaian pembangunan sekaligus menyusun langkah yang lebih baik ke depan.
“Hari jadi ini harus kita maknai dengan baik. Bukan sekadar peringatan atau seremoni, tetapi menjadi momentum bagi pemerintah, baik legislatif maupun eksekutif, untuk melihat kembali apa yang sudah dilakukan dan apa yang masih perlu diperbaiki,” ujar As’ad.
As’ad juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah. Menurutnya, hubungan legislatif dan eksekutif harus dibangun dalam semangat kemitraan dengan tetap menjalankan fungsi dan kewenangan masing-masing.
“Legislatif dan eksekutif harus berjalan bersama dalam membangun Kota Probolinggo. Bukan berarti harus selalu sama dalam pandangan, tetapi perbedaan harus menjadi bagian dari proses untuk menghasilkan kebijakan yang terbaik bagi masyarakat,” katanya.