Pemkot Tegal Perkuat Akurasi Data Kemiskinan Lewat Kanal Digital

Rabu, 09 September 2026 17:31 WIB
Pemkot Tegal Optimalkan Aplikasi Digital untuk Akurasi Data Bansos. (Foto: pemkot tegal)
Pemkot Tegal Optimalkan Aplikasi Digital untuk Akurasi Data Bansos. (Foto: pemkot tegal)

RADARBANGSA.COM - Pemerintah Kota Tegal mendorong masyarakat berperan aktif dalam memperbarui data sosial dan ekonomi melalui aplikasi digital.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pemanfaatan Aplikasi Digital Mandiri oleh Warga untuk Perbaikan Desil di Ruang Rapat Sekda Kota Tegal, Selasa (8/9/2026).

Pemanfaatan kanal digital seperti Form BPS, Cek Bansos, dan Portal Perlinsos dioptimalkan untuk meningkatkan akurasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini diharapkan dapat mendukung penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.

Rakor dipimpin Sekretaris Daerah Kota Tegal, drg. Agus Dwi Sulistyantono, dan diikuti perwakilan BPS Kota Tegal, sejumlah kepala OPD, camat, serta lurah se-Kota Tegal.

Dalam arahannya, Agus menegaskan DTSEN menjadi basis utama pemerintah dalam merancang, menentukan sasaran, dan mengevaluasi berbagai program sosial ekonomi.

Menurutnya, DTSEN memetakan tingkat kesejahteraan masyarakat berdasarkan desil, mulai dari desil 1 sebagai kelompok paling rentan hingga desil 10 sebagai kelompok masyarakat paling sejahtera.

“Dengan DTSEN, pemerintah tidak lagi bekerja berdasarkan opini atau desakan politis, tetapi berbasis evidence-based social policy,” tegas Agus.

Ia mengakui data DTSEN masih membutuhkan penyempurnaan. Karena itu, pembaruan data secara berkelanjutan perlu dilakukan dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat.

“Mari kita lakukan bersama berbagai upaya pemutakhiran DTSEN ini,” ujarnya.

Selain melalui kanal digital, Pemkot Tegal juga mendorong pemasangan stiker pada rumah penerima bantuan sosial. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk transparansi sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk turut mengawasi kelayakan penerima bansos.

Berdasarkan data DTSEN Kota Tegal, tercatat 99.834 keluarga atau 291.905 jiwa dalam basis data terpadu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.253 keluarga atau 19.721 jiwa belum masuk pemeringkatan dan menjadi prioritas pemutakhiran. Selain itu, terdapat 7.949 keluarga berstatus nonaktif yang juga memerlukan evaluasi.

Untuk kategori kesejahteraan, desil 1 mencakup 8.143 keluarga atau 28.462 jiwa yang menjadi prioritas penerima bansos dan PBI JKN. Desil 2 terdiri atas 8.914 keluarga atau 32.152 jiwa sebagai sasaran bansos reguler.

Sementara desil 3 mencakup 7.507 keluarga atau 24.681 jiwa yang diarahkan pada bantuan sosial dan program pemberdayaan. Desil 4 mencakup 7.672 keluarga atau 23.570 jiwa, sedangkan desil 5 sebanyak 10.160 keluarga atau 30.678 jiwa.

Adapun kelompok masyarakat yang masuk desil 6 hingga 10 tercatat sebanyak 47.185 keluarga atau 132.641 jiwa.

Melalui rakor tersebut, Pemkot Tegal berharap pemanfaatan aplikasi digital mandiri dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memperbarui data secara akurat.

Kolaborasi pemerintah hingga tingkat kelurahan bersama masyarakat diharapkan mampu menghasilkan data kemiskinan yang lebih objektif, transparan, dan akurat.

Dengan demikian, berbagai program bantuan dan perlindungan sosial dapat disalurkan secara adil serta tepat sasaran.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri