Polisi Autopsi Jasad Siti Maemunah, Kekasih Korban Diduga Sembunyikan Mayat

Rabu, 09 September 2026 21:31 WIB
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/9/2026). (Foto: Antara)
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/9/2026). (Foto: Antara)

RADARBANGSA.COM - Polrestabes Bandung masih mendalami kasus kematian Siti Maemunah (41), warga Bandar Lampung, yang jasadnya ditemukan terbungkus kardus di Jalan Terusan Suryani, Babakan Ciparay, Kota Bandung. Polisi melakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban secara ilmiah.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton mengatakan penyidik masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel tubuh korban. Hasil tersebut diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian Siti Maemunah.

"Kita masih menunggu hasil otopsi dan hasil lab ya untuk mengetahui penyebab pasti kematian ya, karena saya tidak bisa berasumsi, kita harus benar-benar scientific investigation," kata Anton di Bandung, Rabu (9/9/2026).

Dalam pemeriksaan sementara, tersangka berinisial SDS membantah melakukan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Meski demikian, tersangka mengakui adanya upaya untuk menyembunyikan jasad korban setelah kematian tersebut.

Anton menjelaskan, menurut keterangan tersangka, setelah korban meninggal, SDS membungkus jasad korban dan berencana membuangnya.

"Dia tidak mengakui dia melakukan kekerasan menurut dia ya. Tapi memang dia ada upaya untuk menutupi kematian dari korban ya, dengan cara ketika korban meninggal menurut dia, dia membungkus korban dan berencana akan membuang mayatnya," ujarnya.

Penyelidikan polisi juga mengungkap bahwa Siti Maemunah dan SDS memiliki hubungan asmara. Keduanya diketahui berpacaran dan korban bahkan telah tinggal di tempat kos milik tersangka selama sekitar satu bulan.

"Ya, kalau hubungan antara korban dengan pelaku, memang mereka pacaran. Ya, mereka pacaran. Seperti itu, dan memang korban itu tinggal di kosannya si tersangka. Dia (korban) udah sebulan tinggal di situ," kata Anton.

Meski hubungan keduanya telah terungkap, polisi hingga kini belum menyimpulkan motif di balik kematian korban. Penyidik masih mengumpulkan sejumlah bukti untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.

Salah satu fakta yang ditemukan dalam penyelidikan adalah adanya dugaan barang-barang milik korban diambil dan kemudian dijual oleh tersangka.

"Fakta-fakta kita bisa temukan ya bahwa ada barang-barang korban yang diambil dan dijual sama si pelaku," ujarnya.

Kasus ini terungkap setelah jasad Siti Maemunah ditemukan dalam kondisi terbungkus kardus di Jalan Terusan Suryani, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Selasa (1/9).

Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap SDS di wilayah Banten. Saat ditangkap, tersangka diduga tengah berupaya melarikan diri menuju Palembang dengan menggunakan bus.

Hingga kini, polisi masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kematian korban. Penyidik juga terus mendalami dugaan kekerasan, motif pembunuhan, serta dugaan pengambilan dan penjualan barang milik korban.



Reporter : Abdul Rahman Wahid
Redaktur : Rahmad Novandri