Melalui Program Poe Ibu, ASN Jabar Sukses Renovasi 18 Rumah Tidak Layak Huni

Kamis, 10 September 2026 07:02 WIB
Renovasi rumah warga Garut (foto: istimewa)
Renovasi rumah warga Garut (foto: istimewa)

RADARBANGSA.COM - Seribu rupiah mungkin terlihat kecil. Namun, ketika dikumpulkan setiap hari oleh ribuan aparatur sipil negara (ASN) Jawa Barat, nilainya mampu menghadirkan perubahan besar bagi warga. Melalui Program Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu, sebanyak 18 rumah tidak layak huni di Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, berhasil direnovasi menjadi rumah yang lebih layak dan nyaman ditempati.

Seluruh biaya renovasi berasal dari iuran para ASN Pemda Provinsi Jawa Barat yang dikumpulkan setiap hari sebesar Rp1.000 per orang. Semangat gotong royong tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk perbaikan rumah warga yang membutuhkan.

Tak sekadar memperbaiki bagian rumah yang rusak, renovasi juga dilakukan dengan memperluas bangunan serta menambahkan sejumlah fasilitas agar hunian menjadi lebih representatif.

Dalam rilisnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, kondisi sejumlah rumah sebelumnya cukup memprihatinkan. Bahkan, ada rumah yang belum memiliki fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) maupun jaringan listrik secara mandiri.

"Jadi ini tidak saja hanya renovasi tapi memperluas juga, lalu sebelumnya tidak ada MCK sekarang ada, listrik sekarang mandiri, septic tank juga kita bikin," tutur KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menambahkan, renovasi rumah tidak layak huni tersebut mencakup berbagai bagian bangunan. Mulai dari pembuatan kamar mandi, perbaikan lantai dan dinding, penggantian genting, pemasangan plafon, hingga pemasangan kaca.

Proses renovasi berlangsung selama tiga minggu. Kini, seluruh 18 rumah tersebut telah selesai diperbaiki dan dinyatakan lebih layak untuk ditinggali. Perubahan itu pun dirasakan langsung oleh warga, salah satunya Enung, yang tak mampu menyembunyikan rasa harunya setelah rumahnya selesai direnovasi.

"Alhamdulillah bingah teu tiasa nyarios nanaon, hatur nuhun ka Bapak Ibu tos nyumbangkeun rizkina kanggo abdi. Hatur nuhun oge kanggo Bapak KDM," ucapnya.

Program Poe Ibu menunjukkan bahwa kepedulian tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Iuran Rp1.000 yang dikumpulkan secara rutin mampu menjadi kekuatan ketika dilakukan bersama-sama. Gerakan tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata semangat gotong royong yang mengusung nilai kearifan lokal silih asih, silih asah, silih asuh.

Bagi warga penerima manfaat, rumah yang kini lebih layak bukan hanya soal bangunan yang diperbaiki. Di dalamnya ada rasa aman, kenyamanan, dan harapan baru. Sementara bagi para ASN, seribu rupiah yang disisihkan setiap hari menjadi bukti bahwa kepedulian kecil, jika dilakukan bersama, dapat menghasilkan perubahan besar bagi masyarakat.




Reporter : Sugito
Redaktur : M. Isa