Dilanda Kekeringan Berbulan-bulan, Pemkab OKU Timur Gelar Salat Istisqa dan Waspadai Kabut Asap

Kamis, 10 September 2026 13:01 WIB
Jajaran Pemkab OKU Timur, Sumatera Selatan, bersama masyarakat melaksanakan shalat istisqa untuk berdoa meminta turun hujan, Selasa (8/9/2026). (Foto: Diskominfo OKU Timur)
Jajaran Pemkab OKU Timur, Sumatera Selatan, bersama masyarakat melaksanakan shalat istisqa untuk berdoa meminta turun hujan, Selasa (8/9/2026). (Foto: Diskominfo OKU Timur)

RADARBANGSA.COM - Ribuan warga bersama aparatur sipil negara (ASN) mengikuti salat istisqa yang digelar Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Selasa (8/9/2026). Ibadah sunah tersebut menjadi ikhtiar spiritual pemerintah dan masyarakat untuk memohon turunnya hujan setelah wilayah itu dilanda kekeringan selama beberapa bulan terakhir.

Shalat istisqa berlangsung di halaman Perkantoran Pemkab OKU Timur. Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah mengatakan kegiatan tersebut diikuti ribuan jemaah dari kalangan ASN hingga masyarakat umum.

Menurut Lanosin, salat istisqa digelar untuk memohon rahmat hujan sekaligus menjadi upaya menghadapi dampak kemarau panjang, termasuk potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia mengajak masyarakat melakukan introspeksi diri serta memperbanyak doa dan pertobatan agar berbagai cobaan yang terjadi dapat segera berakhir.

"Mari kita berintrospeksi diri, bertaubat, berserah diri kepada Allah SWT, serta merenungkan segala kelalaian yang tidak sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW, seraya berkomitmen untuk tidak mengulanginya lagi," ujarnya dalam keterangannya pada Rabu, (9/9/2026).

Lanosin juga mengimbau organisasi kemasyarakatan Islam di OKU Timur untuk ikut menyelenggarakan shalat istisqa secara masif. Menurutnya, ikhtiar spiritual perlu dilakukan secara bersama-sama di tengah kondisi kekeringan yang masih berlangsung.

Meski mengedepankan doa, Bupati menegaskan penanganan dampak kemarau tidak cukup hanya dengan ikhtiar spiritual. Masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan.

Lanosin meminta warga memperhatikan penurunan kualitas udara akibat paparan kabut asap dan partikel debu vulkanik yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah OKU Timur.

Kelompok rentan, terutama anak-anak dan pelajar, menjadi perhatian khusus. Mereka diminta menjaga kesehatan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Pemkab OKU Timur bahkan membuka opsi untuk kembali menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran daring apabila kualitas udara semakin memburuk dan dinilai membahayakan keselamatan.

"Menghadapi kondisi saat ini tidak hanya membutuhkan doa, tetapi juga langkah antisipatif dan kehati-hatian dalam menjaga kesehatan masyarakat," tegasnya.

Dengan salat istisqa, pemerintah dan masyarakat berharap hujan segera turun sehingga kekeringan dapat teratasi. Namun, kewaspadaan terhadap karhutla, kabut asap, serta dampaknya terhadap kesehatan tetap menjadi prioritas di tengah kondisi cuaca ekstrem.



Reporter : Abdul Rahman Wahid
Redaktur : Rahmad Novandri